Kamis, 02 Jul 2020
PalasBappeda
  • Home
  • Kesehatan
  • Anak Keseringan Main Gadget, Hati-hati Rentan Kena Hipertensi

Anak Keseringan Main Gadget, Hati-hati Rentan Kena Hipertensi

* Doyan Mie Instan dan Kebanyakan Micin, 8 dari 10 Anak Idap Hipertensi
redaksi Minggu, 22 Desember 2019 19:51 WIB
health.detik.com
Ilustrasi
Jakarta (SIB)
Kemajuan teknologi memang menghasilkan berbagai macam perangkat gadget yang disukai oleh anak-anak. Tak hanya baik karena bisa melatih keterampilan dan motorik pada anak, namun gadget juga dapat berakibat buruk bagi kesehatan.

Menurut ahli spesialis anak Prof Dr dr Partini Pudjiastuti Trihono SpA(K) MM(Paed), gaya hidup anak yang kurang tidur, kurang gerak dan kecanduan bermain gadget dapat meningkatkan risiko terkena hipertensi (tekanan darah tinggi).

"Orang yang kurang beraktivitas dan banyak makan, akhirnya relatif (jadi) obesitas ya. Jadi, pembuluh darah itu sebenarnya kalau dipakai beraktivitas, tekanan darahnya tidak akan naik. Salah satu yang kita anjurkan pada mereka yang obesitas itu, kita suruh dia beraktivitas dan akan dengan sendirinya tekanan darah akan menurun," kata Prof Partini saat ditemui, Rabu (18/12).

Prof Partini pun menegaskan, untuk menghimbau anak-anak agar terhindar dari segala faktor risiko penyebab hipertensi, karena dapat merugikan pada masa yang akan datang ketika sudah dewasa.

"Jadi ternyata kerusakan pada pembuluh darah itu sudah ada sejak hipertensi di masa anak. Sudah terjadi kekakuan di pembuluh darah, sehingga kita lihat anak-anak muda sudah terkena stroke. Ternyata dia punya hipertensi (sejak kecil)," ucap Prof Partini memberikan contoh.

Berdasarkan data Riskesdas (riset kesehatan dasar), 49-64 persen anak berisiko terkena hipertensi akibat kurang gerak dalam beraktivitas.

Doyan Mie Instan
Sementara itu, micin atau penyedap rasa memang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari dalam kegiatan masak-memasak. Penggunaan penyedap rasa pada makanan dalam takaran secukupnya memang telah diakui keamanannya oleh badan kesehatan dunia (WHO).

Sayangnya, belum ada penegasan secara khusus terhadap takaran penggunaan micin atau penyedap rasa di Indonesia. Menurut Prof Partini Pudjiastuti Trihono SpA(K), MM(Paed), penggunaan micin atau penyedap rasa bisa meningkatkan risiko terserang penyakit hipertensi (tekanan darah tinggi), bahkan pada anak-anak.

"Karena (micin) itu kan garam sebenarnya. Misalnya makan mie instan itu kan tinggi sekali (micinnya) dan itu adalah hasil riset dari riskesdas (riset kesehatan dasar) lho, 11-75 persen, berarti itu kan 8 dari 10 orang," kata Prof Partini.

Terbiasanya masyarakat Indonesia akan penggunaan micin dalam makanan, memang perlu dikurangi, karena tidak akan sehat bila dikonsumsi secara jangka panjang.

"Sebagai contoh ya di luar negeri, rasa mie instan itu beda sekali sama mie instan di Indonesia, karena mereka membatasi kadar natriumnya. Kalau kita kan nggak, justru semakin adiksi (ketagihan) orangnya, pengen terus, pengen terus. Proporsi kesehatan harus dilakukan secara berulang-ulang dan edukasi (micin) itu bisa berbahaya," pungkasnya. (Detikhealth/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments