Minggu, 16 Jun 2019
  • Home
  • Hukum
  • Tim Hukum Prabowo Berharap MK Jangan Jadi "Mahkamah Kalkulator"

Tim Hukum Prabowo Berharap MK Jangan Jadi "Mahkamah Kalkulator"

admin Selasa, 28 Mei 2019 18:58 WIB
Bambang Widjojanto
JAKARTA (SIB) -Ketua tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto berharap Mahkamah Konstitusi ( MK) tak hanya menelusuri angka-angka yang bersifat numerik dalam menangani sengketa hasil Pilpres. Bambang mengistilahkan MK jangan jadi "mahkamah kalkulator".

MK, kata mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini, sudah seharusnya menelusuri secara serius dugaan adanya kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif.

"Kami mencoba mendorong MK bukan sekadar mahkamah kalkulator yang bersifat numerik, tapi memeriksa betapa kecurangan begitu dahsyat," kata Bambang seusai menyerahkan permohonan gugatan hasil Pilpres di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, Jumat (24/5) lalu.

Dalam kesempatan itu, Bambang juga mengajak publik untuk terus menyimak proses persidangan sengketa hasil Pilpres yang akan dimulai pada 14 Juni 2019 ini.

"Marilah kita perhatikan secara sungguh-sungguh proses sengketa ini. Mudah-mudahan MK bisa menempatkan dirinya menjadi bagian penting, dimana kejujuran jadi watak kekuasaan," kata dia.

Tim penasihat hukum Prabowo-Sandiaga secara resmi telah mendaftarkan gugatan sengketa hasil pilpres 2019 ke MK, Jumat (24/5) pukul 22.44 WIB atau kurang dari 1,5 jam menjelang penutupan pendaftaran permohonan.

"Alhamdulillah kami sudah menyelesaikan permohonan sengketa perselisihan hasil pilpres", ujar Bambang Widjojanto.

Prabowo-Sandiaga menggugat hasil Pilpres setelah kalah suara dari pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Menurut hasil rekapitulasi KPU, jumlah perolehan suara Jokowi-Ma'ruf mencapai 85.607.362 atau 55,50 persen suara, sedangkan perolehan suara Prabowo-Sandi sebanyak 68.650.239 atau 44,50 persen suara. Selisih suara kedua pasangan mencapai 16.957.123 atau 11 persen suara.

Adapun jumlah pemilih yang berada di dalam ataupun luar negeri mencapai 199.987.870 orang. Sementara pemilih yang menggunakan hak pilih sebanyak 158.012.506 orang.

Dari total suara yang masuk, 3.754.905 suara tidak sah sehingga jumlah suara sah sebanyak 154.257.601 suara.

Inti Gugatan untuk Rumuskan Kecurangan TSM
Sebelumnya Bambang Widjojanto menyatakan, inti permohonan gugatan ke MK adalah untuk merumuskan apa benar terjadi kecurangan terstruktur, sistematis dan masif (TSM).

Pihaknya, menyatakan sudah menyerahkan sejumlah argumen dan alat pendukung untuk menjelaskan hal tersebut.

"Kita dorong MK bekerja beyond the law. Pemilu harus dilakukan secara Luber dan jurdil," ujar Bambang Widjojanto di Kantor MK, Jalan Merdeka Barat Jakarta, Jumat (24/5) lalu.

Pria yang akrab disapa BW itu menambahkan, dalam berbagai putusannya terkait kasus, MK kerap menggunakan prinsip TSM.

BW menegaskan, gugatan yang diajukan Prabowo Sandi menjadi penting karena MK akan dijui apakah pantas untuk menjadi mahkamah yang akan menentukan legacy dan membangun peradapan masyarakat.

"Kita minta rakyat perhatikan sungguh-sungguh sengketa ini. Mudah-mudahan MK bisa menempatkan kejujuran dan keadilan menjadi watak kekuasaan," ungkap Bambang Widjojanto.

Alasan Tunjuk Bambang Widjojanto Jadi Ketua Tim Kuasa Hukum
Penanggung jawab koordinator hukum paslon Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Hashim Djojohadikusumo menyampaikan alasan dipilihnya Bambang Widjojanto sebagai ketua tim. Mantan Wakil Ketua KPK itu dinilai paham tujuan perjuangan tim Prabowo-Sandi.

"Beliau juga adalah mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Dan beliau tahu persis apa yang harus diperjuangkan di Mahkamah Konstitusi," ungkap Hashim di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (24/5) lalu.

Menurut Hashim, Bambang Widjojanto akan dibantu sejumlah pengacara berpengalaman. Namun, dia enggan menyebutkan nama anggota tim lainnya.

"Tapi timnya cukup berpengalaman dan cukup cakap dalam bidang hukum. Antara lain di belakang saya ada sebagian dari tim yang sudah disusun dan nanti semuanya dibawa oleh bapak pimpinan Bambang Widjojanto," jelasnya.(Liputan6.com/BR1/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments