Rabu, 21 Agu 2019
  • Home
  • Hukum
  • Soal Referendum Aceh, Wiranto: Muzakir Manaf Bisa Terjerat Hukum

Soal Referendum Aceh, Wiranto: Muzakir Manaf Bisa Terjerat Hukum

admin Selasa, 11 Juni 2019 19:06 WIB
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto
Jakarta (SIB) -Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan, ada konsekuensi hukum terhadap munculnya wacana referendum Aceh. Wacana ini dimunculkan oleh Muzakir Manaf, eks panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM) beberapa waktu lalu.

"Kan sekarang yang bersangkutan sedang tak ada di Aceh ya, sedang ke luar negeri. Tentu nanti ada proses-proses hukum soal masalah ini," kata Wiranto di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Mei 2019.

Wiranto telah menegaskan bahwa referendum sudah tak bisa dilaksanakan di Indonesia. Ia mengatakan beberapa aturan dan keputusan, mulai dari TAP MPR hingga Undang-Undang yang sudah membahas terkait referendum, telah dibatalkan oleh aturan lain.

Misalnya TAP MPR nomor 8 tahun 1998, yang isinya mencabut TAP MPR nomor 4 tahun 1993 tentang referendum. Selain itu, ada pula UU nomor 6 tahun 1999, yang mencabut UU nomor 5 tahun 1985 tentang referendum.

"Jadi ruang untuk referendum dalam hukum positif di Indonesia sudah tak ada, jadi gak relevan lagi," kata Wiranto.

Atas dasar itu, Wiranto mengatakan bagi pihak yang melawan hukum yang berlaku, tentunya ada sanksi yang akan diberikan. "Ketika hukum positif sudah tidak ada dan ditabrak, tentu ada sanksi hukumnya," kata Wiranto.

Wacana referendum Aceh ini mencuat setelah Panglima Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Muzakir Manaf, menyerukan masyarakat Aceh segera melakukan referendum menentukan tetap atau lepas dari Indonesia.

Muzakir menilai kondisi Indonesia saat ini sudah di ambang kehancuran. Dia berujar tak lama lagi Indonesia akan dijajah oleh asing. Karena itu, menurut dia, lebih baik Aceh melakukan referendum seperti Timor Timur. (CNN.Indonesia.com/Tempo.co/BR1/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments