Jumat, 22 Nov 2019
  • Home
  • Hukum
  • Lagi! MA Bongkar Rekayasa Kepemilikan Narkoba oleh Polisi

Lagi! MA Bongkar Rekayasa Kepemilikan Narkoba oleh Polisi

Kamis, 09 Januari 2014 09:31 WIB
SIB/int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Setelah mengungkap rekayasa narkoba yang dilakukan polisi terhadap Rudy Santoso dan Ket San, Mahkamah Agung (MA) kembali membeberkan ulah korps Bhayangkara itu. Kali ini korbannya perempuan dari Sumatera Selatan (Sumsel), Andika Tri Oktaviani.

Kasus bermula saat Dika dan Seno tengah mengendarai sepeda motor di Jalan Jenderal Sudirman Bawah, Prabumulih, Sumatera Selatan, pada 5 Oktober 2010 dini hari. Saat melintas di depan kantor PT Pertamina, tiba-tiba Dika dihentikan dua orang polisi, Wendy Kurniawan dan Robil Asbar. Dua polisi tersebut menyuruh Dika mengambil dompet yang tidak jauh dari sepeda motor. Versi Wendy dan Robil, dompet tersebut dilemparkan Dika.

Atas perintah tidak berdasar tersebut, perempuan berusia 18 tahun itu menolak mengambil dompet yang ada di jalan. Tanpa banyak cakap, polisi pun menggelandang Dika ke kantor Polsek Timur setelah memungut dompet itu. Sesampainya di kantor polsek, anggota polisi Arimbi Palera menggeledah Dika dan menemukan sabu 0,11 gram dari dompet misterius. Namun benarkah sabu di dompet tersebut milik Dika?

Jaksa dalam tuntutannya meyakini sabu 0,011 gram tersebut milik Dika dan menuntut 1 tahun penjara. Namun tuntutan jaksa menemui jalan buntu sebab pada 23 Desember 2010, Pengadilan Negeri (PN) Prabumulih meyakini sebaliknya yaitu Dika bukan pemilik dompet misterius itu dan membebaskan Dika.
Putusan ini membuat jaksa memilih mengambil langkah kasasi. Jaksa ngotot Dika harus dihukum. Namun MA bergeming dan tetap membebaskan Dika.

"Mengadili, menyatakan tidak dapat menerima permohonan kasasi jaksa," putus majelis kasasi seperti dikutip dari website MA, Rabu (8/1).

Putusan yang diketok pada 13 Juli 2011 itu diadili oleh hakim agung Prof Dr Rehngena Purba, Sultoni Mohdally dan Zaharudin Utama.

Sebelumnya, MA juga membebaskan Ket San dari hukuman 4 tahun penjara di kasus serupa. Nasib sales obat nyamuk Rudy Santoso pun tidak beda juga, sempat dihukum 4 tahun penjara karena dituduh memiliki 0,2 gram sabu hingga akhirnya dibebaskan MA. (detikcom/h)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments