Senin, 24 Feb 2020
Banner Menu
Detail Utama 1
  • Home
  • Hukum
  • Irjen Pol Ronny F Sompie: Saya Tidak Berbohong dan Merekayasa Informas

Dicopot dari Dirjen Imigrasi Kemkumham

Irjen Pol Ronny F Sompie: Saya Tidak Berbohong dan Merekayasa Informas

Redaksisib Selasa, 04 Februari 2020 20:42 WIB

Irjen Pol Ronny F Sompie

Jakarta (SIB)
Pasca dicopot mendadak dari jabatan Direktur Jenderal Imigrasi (Dirjen Imigrasi) Republik Indonesia oleh Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly, banyak pihak yang berempati terhadap Ronny Sompie, perwira tinggi polisi aktif berpangkat Inspektur Jenderal tersebut. Viral di berbagai media sosial, jajaran pegawai Imigrasi KemenkumHAM memasang logo instansinya berlatar hitam di profil aplikasi WhatsApp.

Masyarakat luas pun bereaksi atas pencopotan tersebut. Banyak berita yang beredar di berbagai media nasional maupun media sosial. Ronny Sompie sendiri tidak banyak berkomentar ketika dicopot dari jabatannya.

"Terima kasih atas perhatian dan empatinya buat saya. Kita bertanggung jawab atas kelalaian dan kesalahan anak buah berkaitan dengan data perlintasan HM tanggal 7 Januari 2020. Namun saya tidak berbohong, tidak merekayasa dan tidak melakukan kesalahan untuk memberikan informasi yang tidak real time tentang perlintasan HM," kata Sompie melalui pesan WhatsAp, Sabtu (1/2) lalu, saat dimintai tanggapannya mengenai pencopotan dan soal kasus kaburnya HM tersebut.

Namun demikian, Sompie menjelaskan, yang utamanya adalah upaya pencarian HM yang sejak tanggal 7 Januari 2020 sampai saat ini belum berhasil ditangkap oleh KPK, yang bekerjasama dengan Polri. "Seyogianya dilihat berkaitan dengan waktu saja," imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Yasonna Laoly mengungkapkan, alasan mencopot Ronny F Sompie dari jabatan Direktur Jenderal Imigrasi terkait kesalahan informasi soal catatan perjalanan tersangka kasus suap pengurusan Pergantian Antarwaktu (PAW) Politikus PDIP, Harun Masiku.

Selain itu, Yasonna juga mengatakan pencopotan tersebut agar tidak terjadi konflik kepentingan bagi tim independen yang dibentuknya untuk mengusut kasus delay dalam melacak keberadaan Harun Masiku. (Beritahukum/BR1/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments