Minggu, 22 Sep 2019
  • Home
  • Hukum
  • Advokat/Pengacara dan Majelis Hakim PN Medan Diperiksa PT Sumut

Terkait Putusan Perkara Perdata

Advokat/Pengacara dan Majelis Hakim PN Medan Diperiksa PT Sumut

Rabu, 08 Januari 2014 15:49 WIB
sib/IST
Ilustrasi
Medan (SIB) - Junirwan Kurnia SH, seorang advokat/pengacara di Medan diperiksa Pengadilan Tinggi (PT) Sumut. Sehubungan pengaduan tertulisnya selaku kuasa Agnestesia Heritna dan anaknya Ricky (Tergugat I dan II) ke Ketua Muda Pengawasan MA dan Ketua Pengadilan Tinggi Sumut tertanggal 23 Oktober 2013. Perihal mohon tindakan tegas terhadap majelis hakim di PN Medan yang diduga merekayasa dengan cara merubah keterangan saksi dalam putusan perkara perdata No 717/Pdt.G/2012/ PN-Mdn tanggal 17 September 2013 di PN Medan.

Di kesempatan terpisah, PT Sumut juga telah memanggil dan memeriksa majelis hakim PN Medan selaku Teradu, termasuk panitera pengganti dalam perkara perdata di PN Medan tersebut. Junirwan lebih dulu diperiksa baru kemudian majelis hakim PN Medan yang diadukannya. Namun tentang hasil pemeriksaan yang berlangsung sekitar awal Desember 2013 lalu itu belum diketahui apakah sudah tuntas atau masih dalam proses.

Junirwan Kurnia yang dikonfirmasi wartawan membenarkan dirinya telah diperiksa tim Hakim Tinggi PT Sumut H Djumali SH, Dahlia Brahmana SH dan Lexi Mamoto SH berdasarkan surat panggilan PT Sumut ditandatangani Panitera Tjatur Wahjoe BSP SH MHum a/n Ketua PT Sumut tgl 29 November 2013.

Hakim Tinggi Djumali SH selaku ketua tim pemeriksa yang dikonfirmasi SIB di ruang kerjanya Senin (6/1) membenarkan, dirinya bersama dua hakim tinggi lainnya ada ditugaskan Ketua PT Sumut untuk melakukan pemeriksaan untuk menindaklanjuti pengaduan Junirwan Kurnia SH. ”Ya, kita ada ditugaskan pimpinan melakukan pemeriksaan, tapi soal bagaimana pemeriksaan itu kita tak berwenang memberi keterangan, silakan ditanyakan ke Humas”, ujar Djumali singkat.

Di ruang terpisah, Humas PT Sumut Ridwan Damanik SH yang ditanya wartawan membenarkan adanya pemeriksaan terhadap Junirwan selaku pengadu dan majelis hakim PN Medan selaku yang diadukan. Namun soal apa hasil pemeriksaan itu, Humas PT Sumut ini mengaku belum mengetahuinya. Kata dia, hasil pemeriksaan PT itu akan dilaporkan ke MA, karena pengaduan itu tadinya ditujukan ke MA dengan tembusan ke PT Sumut.

”Soal hasil pemeriksaan, saya belum tau nanti-lah saya ceking bagaimana tindaklanjut pemeriksaan itu”, ujar Ridwan Damanik yang baru mendapat penugasan sebagai Humas PT Sumut.  

Telah diberitakan Oktober 2013 lalu, Junirwan Kurnia SH dan Johannes Lumban Gaol SH selaku kuasa hukum Agnestesia (isteri alm David Chandra) dan putranya Rikcky (anak alm David Chandra) dalam perkara melawan Stephen Harris Chandra, melaporkan 3 oknum hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan yaitu HMN SHMH, SBH SH MH dan SB SH MH ke Ketua Pengadilan Tinggi Sumut (KPT-SU) dan Ketua Mahkamah Agung (KMA), karena diduga merubah keterangan saksi Elly Chandra dan menjadikannya termasuk dalam pertimbangan hukum dalam putusan perkara No 717/Pdt.G/2012/PN-Mdn tgl 17 September 2013, yang menguntungkan penggugat.

Disebutkan Junirwan, pada pokoknya gugatan Stephen Harris Chandra terhadap kliennya ibu dan anak yaitu Agnestesia (Tergugat I) dan Ricky (tergugat II), adalah menyangkut keabsahan Akte Penjualan dan Pembelian No 1 tgl 4 Oktober 2007 yang dibuat di hadapan Notaris Lili Suryanti SH (Tergugat III), dengan objek perkara tanah lebih kurang 850M2 di Jalan S Parman Gang Soor Medan. Sebagai penjual Stephen Harris Chandra (penggugat) dan pembeli Ricky ( Tergugat II).

“Setelah kami teliti ada keterangan saksi yang kami ajukan tidak sesuai keterangan sebenarnya dalam sidang yaitu keterangan saksi Elly Chandra yang juga dijadikan majelis hakim sebagai pertimbangan hukum dalam putusan itu. 

Dalam putusan disebut ”akta penjualan dan pembelian No 1 tgl 4 Oktober 2007 atas rumah yang terletak di Jalan S Parman Gang Soor No 207 Medan dibuat hanya fomalitas saja”. Kami terkejut karena di persidangan saksi Elly Chandra tidak pernah mengucapkan seperti itu. Tetapi Elly Chandra dalam sidang justru menerangkan sebaliknya yaitu; ”tidak benar jual beli rumah sengketa tersebut hanya formalitas saja”. Dan untuk menguatkan keterangannya, saksi Elly Chandra sudah membuat pernyataan di notaris”, ujar Junirwan.(A-1/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments