Sabtu, 20 Jul 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Wafat, Keinginan Mus Mulyadi Konser Bareng Waljinah Batal

Wafat, Keinginan Mus Mulyadi Konser Bareng Waljinah Batal

admin Jumat, 12 April 2019 17:51 WIB
SIB/Dok
Mus Mulyadi - Helen Sparingga
Jakarta (SIB) -Mus Mulyadi wafat pada Kamis (11/4) dalam usia 73 tahun. Kabar duka itu dibagikan Erick Haryadi, putra kedua Mus Mulyadi dari pernikahannya dengan Helen Sparingga. "Selamat jalan papa. Papa udah enggak sakit lagi. Maafin aku yang belum bisa membahagiakan papa. Papa sudah bersama Bapa di surga. Amin," tulis Erick melalui akun Instagram @erick_mus, Kamis (11/4).

Dalam dua postingan sebelumnya, Erick membagikan foto-foto sang ayah yang tengah dirawat di rumah sakit. Semasa riwayat hidup, Mus Mulyadi menderita diabetes. Sejak 2009, penyakit ini kemudian kian memperburuk kondisi kesehatan Mus Mulyadi.

Mus Mulyadi adalah musisi keroncong Indonesia kelahiran Surabaya, 14 Agustus 1945. Dia ikut menjadi bagian sejarah berdirinya Irama Puspita, band asal Surabaya yang dibentuknya dengan anggota perempuan. Tiga di antara mereka yaitu Titiek AR, Susy Nander dan Lies AR kemudian menjadi bagian dari Dara Puspita.

Mus Mulyadi mendapat julukan Buaya Keroncong atau The King of Keroncong. Sejumlah lagu populer yang ditembangkan Mus Mulyadi antara lain Dinda Bestari, Kota Solo, Telomoyo, dan Jembatan Merah.

Sejumlah agenda sang maestro pun batal. Satu di antaranya rencana konser bareng Waljinah.

Waldjinah mengingat, Mus pernah berkeluh kesah soal regenerasi musik keroncong di Indonesia. Menurut pria yang baru meninggal di usia 73 tahun itu, anak muda perlu dibiarkan berkembang dan bebas berekspresi. Kelamaan mereka akan menyenangi keroncong.
"Mau diaransemen atau mau apa, tambah alat musik apa, asal tidak lepas (dari) pakemnya ya biarkan," tutur Waldjinah yang sepakat dekat pemikiran Mus soal keroncong dan anak muda.

Mus bisa bicara begitu karena dahulu ia pun tak mengusung keroncong 'murni.' Cengkoknya yang berbeda yang pernah membuatnya dimusuhi, nyatanya jadi bekal ia berkarier.

Mus senang jika keroncong digemari anak muda, apalagi sampai terdengar di telinga orang asing. Ia sangat bangga ketika mengetahui David Foster menyenangi musik itu.

Itu pernah disampaikan Mus seperti disiarkan CNNIndonesia.com. Kala itu lagu Celine Dion, To Love You More akan dibawakan dalam konser amal bertajuk 'Malam Budaya Keroncong Charity, Tribute to Mus Mulyadi' oleh putri Mus, Irene. "(Lagu ini) ciptaan pencipta luar negeri yang digandrungi, David Foster. Dia menyukai lagu keroncong, terutama beat-nya. Dia menciptakan irama keroncong lagu yang dibawakan oleh Celine Dion, To Love You More," kata Mus dalam konferensi pers menjelang konser.
Ia berharap dengan lagu itu anak muda bisa lebih perhatian terhadap keroncong.

To Love You More sendiri termasuk salah satu lagu Dion yang terkenal. Foster mengaku terinspirasi tenangnya alunan musik keroncong saat menciptakan lagu itu.

Kini setelah Mus tiada, ikon musik keroncong semakin sedikit. Kalau bukan Mus, Waldjinah dan Sundari Soekotjo lah yang diingat orang jika bicara soal keroncong. (T/R10/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments