Sabtu, 15 Agu 2020
  • Home
  • Hiburan
  • Syair ‘Tan Hana Dharma Mangrwa’ Irwan Sembiring untuk Indonesia

Syair ‘Tan Hana Dharma Mangrwa’ Irwan Sembiring untuk Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2020 19:54 WIB
Foto: Dok

Irwansyah Sembiring - Kolonel Nelang Sembiring (alm)

Brastagi (SIB)
Tiap masuk Agustus, Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Pengurus Daerah (PD) II Sumut Irwan Sembiring terusik jiwa nasionalismenya. “Yang diwariskan pejuang adalah harta yang tak ternilai yakni bangsa dan negara. Generasi muda harus melestarikannya. Satu di antaranya adalah semangatnya, heroik yang tak pernah pupus,” ujarnya di Bukit Kubu Brastagi - Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Jumat (31/7).

Sebagai putra pejuang, ia mengapresiasi kebijakan Presiden Joko Widodo yang menginstruksikan pemasangan Sang Dwiwarna selama Bulan Kemerdekaan. “Harapannya, pusat-pusat konsentrasi massa mengikuti dengan memutar lagu-lagu perjuangan. Minimal lagu bertema nasionalisme,” harapnya didampingi Sekretaris PPM Sumut Neil Adrinsyah, pengacara kondang Anta Sembiring.

Ia mengingat perjuangan orangtuanya, Kolonel Nelang Sembiring sebagai Komandan Batalyon XV. Ibunya, Pilem Br Bukit, juga seorang pejuang. “Saat itu para pejuang melawan kolonial disemangati lagu-lagu. Membawa bekal seadanya, menenteng senjata, masuk ke luar hutan, bernyanyi untuk mengusir lelah, mengobarkan nasionalisme melalui lagu,” paparnya.

Ia tak dapat membayangkan jerih lelah para pejuang mempertahankan Nusantara. “Orangtua saya diberi tanggung jawab sebagai Kepala Staf Penguasa Perang Negara dengan Komandan Divisi Djamin Ginting’s,” ceritanya.

Selain berjuang, tuturnya, Kolonel Nelang Sembiring membawa misi mempertemukan sikap dan buah pikir Teuku Daud Beureueh yang sempat berjarak dengan pemerintahan Presiden Soekarno.

Saat itu, Teuku Daud Beurueh yang Panglima Divisi X berkedudukan di Kutaraja (sekarang Bandaaceh) membawahi Resimen IV (dipimpin Djamin Ginting’s) dan Batalyon XV (Nelang Sembiring). “Orangtua saya a real hero yang tujuan berjuang hanya satu, merdeka dan utuhnyA NKRI,” papar Irwan Sembiring.

Sisa dokumen perjuangan Kol Nelang Sembiring menjadi tetengger terindah bagi keturunannya. Satu yang tercatat utuh adalah pergerakan Gerilya Batalyon XV dipimpin Nelang Sembiring pada agresi militer (1947-1949). “Orangtua saya itu ‘Tan Hana Dharma Mangrwa’ yakni seorang pejuang a real hero, tak pernah mendua,” pastinya.

‘Tan Hana Dharma Mangrwa’ menjadi syair terindah baginya dan seluruh keluarga pejuang. “Hendaknya generasi muda memahami makna ‘Tan Hana Dharma Mangrwa’ dan mengamalkan dalam kehidupannya,” harapnya.

Sebelum pandemi, Irwan Sembiring menjadikan Bukit Kubu Brastagi sebagai pusat kegiatan nasionalisme anak muda. Seperti Napak Tilas Karo Area dengan melibatkan keluarga pejuang dari Tanah Gayo " Aceh (mencakup Gayolues, Benermeriah, Aceh Tengah dan sekitarnya). “Sekarang, sesuai anjuran pemerintah, harus mengindahkan protokol kesehatan,” simpulnya.

Berkaitan dengan Idul Adha, pihaknya berkurban dengan melibatkan keluarga besar pejuang. “Mudah-mudahan terus dilakukan. Meski masih dalam kondisi prihatin sehubungan wabah virus corona, PPM harus tetap berkurban,” tutupnya dari Markas Daerah (Mada) II PPM Sumatera Utara di Jalan Pasundan Medan. (T/R10/f)

T#gs Irwan Sembiring
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments