Rabu, 30 Sep 2020
  • Home
  • Hiburan
  • Susiana Simanjuntak Digitalisasi Seni Etnik di Masa Pandemi

Susiana Simanjuntak Digitalisasi Seni Etnik di Masa Pandemi

redaksisib Sabtu, 30 Mei 2020 12:26 WIB

Susiana Simanjuntak dan suami.

Medan (SIB)
Susiana Simanjuntak ingin pewaris budaya menjaga kekayaan leluhur dan melestarikan dalam kehidupan kekinian. Seiring dengan teknologi yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan modern, seni etnik ditransformasikan ke digital. “Cara itu selain untuk menguatkan orisinalitas juga terus menggali kearifan lokal,” ujarnya di Medan, Jumat (29/5) di jeda diskusi dengan Ketua Dewan Pakar MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara Prof Dr Marihot Manulang, Ketua Komite Independen Batak (KIP) Capt Tagor Aruan, Bendahara Eddin Sihaloho, cendikiawan Simalungun Tridarma Sipayung.

Ia mengatakan, digitalisasi seni adalah konsep pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk meningkatkan daya guna. Susiana Simanjuntak mengatakan, warisan leluhur mencakup unsur-unsur kebudayaan. Mulai dari religi, kemasyarakatan sosial, bahasa, seni, mata niaga yang menggerak ekonomi.

Bercermin pada pasal 32 UUD 1945, menjayakan warisan leluhur menjadi bagian tugas negara yang diamanatkan pada seluruh tumpah darah. Sejumlah regulasi, ujar Susiana Simanjuntak terlihat dalam UU Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya, UU Nomor 19 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta, UU Nomor 41 tahun 1999 tentang kehutanan, terutama perlindungan terhadap hutan masyarakat adat tempatan. “Hutan adat, contohnya adalah bagian dari warisan leluhur dan KIB berperan di dalamnya,” tegasnya.

Pendigitalisasi seni leluhur, ujarnya, untuk mempermudah pihak asing mengenal warisan leluhur. “Sejumlah perangkat kebudayaan Indonesia telah diakui secara global melalui UNESCO. Dengan pendigitalisasian maka nilai warisan leluhur semakin berdaya guna, yang dampaknya berkaitan langsung secara rohaniah dan batiniah. “Pendiri bangsa tegas-tegas menekankan, Indonesia harus berdikari dari sisi budaya,” tegasnya.

Dalam kaitan pandemi Covid-19 dan melangkah ke new normal, nilainya, pendigitalisasi menjadi sangat penting. Bila mana ada orang luar yang ingin mengetahui Nusantara, sebelum sampai ke Indonesia, dapat langsung connect dengan digital. (R10/f)
T#gs DigitalisasiPandemiSeni EtnikSusiana Simanjuntakhiburan
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments