Minggu, 31 Mei 2020
PDIPSergai Lebaran
  • Home
  • Hiburan
  • Sudah Potong Gaji Eksekutifnya, Walt Disney Masih Rumahkan Pekerja

Sudah Potong Gaji Eksekutifnya, Walt Disney Masih Rumahkan Pekerja

redaksisib Sabtu, 04 April 2020 16:21 WIB
SIB/Dok

Walt Disney Company: Ikon Walt Disney yang menghibur publik bila masuk ke Disney Parks.

Los Angeles (SIB)
Walt Disney Company berencana merumahkan karyawannya mulai akhir April 2020. Langkah tersebut imbas pandemi virus corona yang membuat taman hiburan dan bisnis lainnya tutup. Merumahkan diikuti membayar gaji karyawan sampai 18 April. Yang mengkhawatirkan, tidak ada sedikitpun keterangan kapan perumahan tersebut. Hanya saja, cuti akan dimulai pada hari berikutnya atau 19 April.

Publikasi Disney, Jumat (3/4) menyebutkan, karyawan yang terdampak virus mematikan tersebut diprioritaskan. Hingga kini, divisi Disney Parks, Experiences and Products, yang meliputi 12 taman hiburan, hotel dan jalur pelayaran, mempekerjakan sekitar 177 ribu orang. Tak dirinci berapa yang terdampak kebijakan tersebut.

Sebelumnya, Ketua Eksekutif Disney Bob Iger mengatakan memberikan seluruh gajinya sampai keadaan pandemi membaik. Sementara CEO Bob Chapek akan mengambil potongan 50 persen dari gaji pokoknya dan seluruh eksekutif akan dipotong gajinya menghadpi masa sulit.

Sejak pandemi melanda AS, The Walt Disney Company melukiskan kesulitan yang tak terelakan. Bahkan segala sesuai yang dapat work from home pun berdampak hingga pendistribusian terganggu. Di pasar uang, saham Disney di New York Stock Exchange (NYSE) ambles sekitar 37 persen sejak Januari. Jatuh level 100 dolar AS per saham atau terendah sejak Oktober 2017.

Meski mencoba bangkit seperti perilisan film, pun ditunda. Agenda film tunda rilis di antaranya ‘New Mutans’ - 3 April (ditunda), ‘Antlers’ - 17 April (ditunda), ‘Black Widow’ - 1 Mei (ditunda), ‘The Personal History of David Copperfield’ - 8 Mei (ditunda), ‘The Woman in the Window’ - 15 Mei (ditunda), ‘Artemis Foul’ - 29 Mei dan ‘Soul’ - 19 Juni.

Meski dalam masa sulit, film yang dirilis memberi pemasukan 489,6 juta dolar AS atau Rp 7,83 triliun.

Agenda di atas menunjukkan hanya dua film yang akan dirilis sesuai jadwal dan diharapkan memberi masukan tinggi. Secara total, Disney menerima lebih dari 11 miliar dolar AS dari rilis studio secara global tahun 2019. Pada 2020 diperkirakan akan menjadi tahun yang lebih rendah, tetapi dampak virus corona kemungkinan akan signifikan dari yang dibayangkan.

Dampak pandemi pun memukul Parks, Experience and Products yang meliputi taman hiburan, hotel, jalur pelayaran, dan produk konsumen. "Ini [Disney] adalah perusahaan yang sangat menguntungkan dalam masa normal dan kami pada akhirnya akan kembali ke masa normal. Kita hanya perlu mengulur waktu," kata James Hardiman, analis di Wedbush seperti disiarkan CNBC.

Presiden dan CEO ITEC Entertainment Bill Coan mengharapkan perusahaan seperti Disney bisa memanfaatkan masa-masa sulit ini kembali berbenah, menyediakan pemeliharaan dan meningkatkan apa diperlukan pada taman hiburan yang ditutup untuk sementara itu. Tentu saja, itu semua tergantung pada apakah anggota kru diizinkan untuk bekerja selama waktu ini.

Tahun 2019, pendapatan lini bisnis taman dan produk hiburan ini bisa mencapai 26,2 miliar dolar AS. Pada kuartal kedua tahun fiskal ini, perusahaan melaporkan pendapatan hanya 6,1 miliar dolar AS.

Jumlah itu kemungkinan akan lebih kecil di 2020 hingga diambil kebiajkan pemotongan gaji dan perumahan karyawan. (T/R10/f)
T#gs Los AngelesRumahkan PekerjaWalt DisneyCoronahiburan
LebaranDPRDTebing
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments