Jumat, 19 Jul 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Sejumlah Novelis Sohor Meriahkan Lomba Mewarnai, Lomba Cerita Adat Literasi Nusantara

Sejumlah Novelis Sohor Meriahkan Lomba Mewarnai, Lomba Cerita Adat Literasi Nusantara

admin Rabu, 10 Juli 2019 13:48 WIB
SIB/Dok
Butet Manurung dan anak didiknya di Sekolah Rimba.
Samosir (SIB) -Sejumlah novelis sohor memeriahkan ragam lomba. Para pekerja seni itu di antaranya Kang Maman, Butet Manurung dan Nestor Rico Tambunan. Adapun lomba yang diadakan seperti Lomba Mewarnai, Lomba Resensi Buku, Bercerita Bahasa Batak, Lomba Menulis Aksara Batak, Lomba Menulis Esai dan Permainan Tradisional. Kegiatan dipusatkan di Kompleks Lopo Hotel Tomok, Samosir, Rabu - Sabtu (10 - 13/7). Rangkaian kegiatan bertajuk Gramedia Festival Literasi Nusantara Danau Toba.

Public Relations Manager PT Gramedia Asri Media Rezza Patria Wibowo via Alchia yang diterima Selasa (9/7) menjelaskan, Samosir dipilih sebagai tuan rumah Festival Literasi Nusantara kali ini salah satunya karena bertepatan dengan ulang tahun ke-10 Yayasan Alusi Tao Toba. "Dari Kamis tanggal 11 Juli, akan ada berbagai lomba, seperti mewarnai, bercerita dan menulis aksara Batak.

Kemudian ada workshop dan seminar yang nantinya diisi oleh Kang Maman, Butet Manurung dan Nestor Rico Tambun," kata Rezza.
Kegiatan workshop dan seminar tentunya sangat menarik karena akan membahas pembuatan ulos, workshop kepenulisan, workshop pendidikan alternatif, dan pelatihan guru serta seminar literasi digital dan penanggulangan hoaks.

Sedangkan berbagai lomba yang diadakan seperti lomba mewarnai, bercerita dan menulis Aksara Batak dan lomba permainan tradisional. "Saat penutupan, Sabtu 13 Juli,akan ada karnaval perahu literasi. Saat karnaval perahu ini kami akan menyosialisasikan penggunaan pelampung sekaligus mengumumkan pemenang lomba," tambahnya.

Festival Literasi Nusantara Danau Toba bekerjasama dengan Pemerintahan Kabupaten Samosir dan Pemerintah Provinsi Sumut.
Kehadiran Butet Manurung menjadi satu dari sekian banyak acara menarik. Perempuan bernama Saur Marlina Manurung adalah perintis dan pelaku pendidikan alternatif bagi masyarakat terasing dan terpencil di Indonesia. Butet bahkan dijadikan ikon manusia inspirasi kelompok maju dengan pendidikian nonformal. Keberhasilannya di Jambi dalam mendidik hingga dijuluki Kartini Anak Rimba.

Akan halnya Nestor yang menulis sejumlah skenario populer termasuk naskah 'Si Doel Anak Sekolah'.

Dalam kiprahnya berkesenian dan mengisi budaya pop, novelis dan cerpenis itu mengaku terpacu untuk menjadi seorang penulis sejak 'dilecehkan' Eros Djarot ketika hendak mengarap film 'Tjut Njak Dhien'. Alhasil Nestor pun menghasilkan ratusan cerpen, skenario, puisi, novel dan sebagainya. Proses kreatifnya itu pun diakui Nestor masih ia tekuni hingga sekarang.

Selain itu, Nestor mengaku serial "Pariban dari Bandung" karya Arifin Siregar yang pernah dimuat bersambung di harian Sinar Indonesia Baru (SIB), juga memacunya untuk menjadi seorang penulis. Selain Nestor, diskusi ini juga menghadirkan Saut Hutabarat sutradara film "Anak Tao". (T/Rel/R9/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments