Kamis, 19 Sep 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Rombongan Orthodox Temukan Seni Yunani Klasik di Medan

Rombongan Orthodox Temukan Seni Yunani Klasik di Medan

admin Kamis, 11 Juli 2019 14:02 WIB
SIB/Dok
Rombongan Orthodox saat berada di kompleks Masjid Raya Al Mashun, Selasa (9/7). Paling depan Dr Adolfina Elisabeth Koamesakh MTh.
Medan (SIB) -Rombongan Orthodox dari Greece menemukan sejumlah seni Yunani klasik di Medan. Ketika mengunjungi sejumlah pusat kebudayaan di ibu kota Sumut, Selasa (9/7), kelompok kecil itu menelisik seluruh bangunan di kompleks Istana Maimun, di Masjid Raya Al Mashun serta sejumlah bangunan bersejarah berarsitek Melayu, Arab, Portugis dan Belanda.

"Ada sentuhan seni Yunani klasik. Dari sononya, Yunani dan Romawi berakulturasi. Menyebar ke Asia termasuk Indonesia," cerita Dr Adolfina Elisabeth Koamesakh MTh di Medan, Rabu (10/7), yang memimpin rombongan tersebut.

Menurut cendikiawan Kristen yang pernah bicara Pancasila di Markas Besar PBB dan Yunani tersebut, rombongan dari Orthodox tidak khusus menelusuri seni Yunani klasik tersebut tapi tak sengaja melihat dan mencermatinya.

Ia menunjuk Istana Maimun yang berdiri sejak 26 Agustus 1888. Gaya arsitekturnya gabungan arsitektur Melayu, Arab dan Portugis. "Luar biasa membanggakan. Meski lebih seabad namun 98 persen bangunannya merupakan bangunan asli," tambahnya didampingi sejumlah cendikiawan di antaranya Pater Dr Chrystomos P dan Heriati Barus. Rombongan dari komunitas internasional Orthodox itu di antaranya Metthew Augenstein, Tamara Host, Lesia Mahlay dan Richard Mohr.

Menurutnya, kedatangan rombongan Orthodox dari sejumlah negara seperti Yunani, Amerika Serikat dan negara eks Uni Soviet ke Indonesia adalah kunjungan rutin. Khusus di Medan dituanrumahi Yayasan Iman Orthodox Indonesia.

Adolfina mengatakan, dalam tiap kunjungan, rombongan melakukan studi budaya termasuk membimbing generasi milenial dalam mahir berbahasa. Yang diajarkan adalah PAUD / TK, SD, SMP dan SMA Sophia di Jalan Sembahe Baru - Tanjunganom Deliserdang. "Tetapi ketika sharing teologi di STT Paulus Jalan Kapt Pala Bangun Simalingkar diisi dengan diskusi kritis tentang perkembangan religi di dunia maju dengan berkembang seperti Indonesia," tutupnya. (R9/t)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments