Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Rocker Etnik di North Sumatera Jazz Festival 2019

Rocker Etnik di North Sumatera Jazz Festival 2019

admin Selasa, 08 Oktober 2019 15:37 WIB
SIB/Oki Lenore
Rocker di Acara Jazz: Penikmat rock dan rocker Kolonel (Inf) Raden Sidharta Wisnu Graha SE bersama Kol Halilintar Sembiring dan Kolonel Inf Andre Rumbayan di North Sumatera Jazz Festival 2019 Medan, Minggu (6/10).
Medan (SIB) -Pesta jazz di Mahogany Grand Ballroom, Hotel Grand Aston Medan, Minggu - Senin (6-7/10) tak hanya menyaksikan jazzer global. Penonton pun beragam. Bahkan ada rocker dan audiens musik etnik mengikuti North Sumatera Jazz Festival (NSJF) 2019 tersebut.

Penggagas kegiatan Erucakra Mahameru mengatakan, jazz dengan ragam genre menjadi pilihan. Alumni Barkeley Music USA itu mengusung progressive jazz. Aliran musik yang berasal dari Amerika Serikat pada awal abad 20 dengan akar musik dari Afrika dan Eropa tersebut dinikmati penyuka rock.

Irdam I/BB Kolonel (Inf) Raden Sidharta Wisnu Graha SE mengatakan, menyaksikan NSJF mengembalikan ingatannya saat masih muda ketika nonton festival. "Saya penggemar Bon Jovi, The Queen, Fusion Jazz dan beberapa lainnya," ujar alumnus Akademi Militer tahun 1991 itu didampingi Asrendam I/BB Kolonel Inf Andre C Rumbayan SSos MM dan Kol Kav Halilintar Sembiring SH MH serta Dandim 0201/BS Kol Inf Roy Sinaga.

Cerita pengalaman ketika muda, Sidharta Graha sambil melantunkan penggalan lagu 'Always' yang dibawakan Bon Jovi. Mantan Danrem 081/Dhirotsaha Jaya - Madiun itu pun masih fasih lagu-lagu etnik yang secara tak langsung diajarkan orangtuanya. "Sama-sama memberi warna dalam industri musik Tanah Air. Kita sebagai anak bangsa wajib lho melestarikan warisan leluhur tanpa memblok genre musik lain," jelas mantan Aspers Kasdam IV/Diponegoro dan Dosen Utama Seskoad tersebut.

Hal serupa diutarakan Halilintar Sembiring. "Individu manapun tidak tertutup kemungkinan menyukai aliran musik. Musik kan humanis dan global," paparnya. "Tapi, kita tetap punya tanggung jawab melestarikan budaya warisan leluhur," tambah pria familiar tersebut.

Mantan Kapendam I BB itu menunjuk Ny Trisa Santi yang jago main saksofon bersumber dari otodidak. "Ibu Ketua Persit KCK juga sangat mahir seni tradisi. Juga jago fashion seperti diajarkan dan dikembangkan pada ibu-ibu di jajaran Kodam Bukit Barisan," tutup Halilintar Sembiring. (R9/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments