Senin, 09 Des 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Ranto Dachi Inginkan Keindahan Seni Nias Hanya di Ucapan

Ranto Dachi Inginkan Keindahan Seni Nias Hanya di Ucapan

redaksi Selasa, 03 Desember 2019 18:41 WIB
SIB/Dok
Ranto Halomoan Dachi : Ranto Halomoan Dachi di Medan, Senin (2/12) menginginkan keindahan Nias menjadi bagian dari kekuatan ekonomi rakyat dengan dilestarikan dan ditampilkan pada wisatawan. Memberi keterangan didampingi legenda seni Nias Arisman Zagoto dan tokoh muda Yurisman Laia.
Medan (SIB)
Ranto Halomoan Dachi tak ingin keindahan seni Nias hanya berhenti di ucapan. "Orang bilang, oh... Nias itu khususnya Nias Selatan indah. Pantainya luar biasa, surfingnya istimewa. Ya sudah... di situ saja. Artinya, masih diperlukan kerja-kerja ikhlas dan tulus untuk memajukan industri kreatif Nias Selatan," ujarnya di Medan, Senin (2/12) didampingi legenda seni Nias Arisman Zagoto, tokoh pemuda nasional Yurisman Laia serta puluhan penggiat seni.

Menurutnya, sangat mustahil jika mengembangkan Nias Selatan hanya dari sisi infrastruktur. "Infrastuktur perlu, sangat perlu tapi jika sumber daya manusia (SDM) tidak dimaksimalkan, belum lengkap. Apalagi dari sisi humaniora, bila tidak ada SDM, sasaran mengisi industri kreatif, sulit tercapai," ujar pria yang disebut 'gila' karena jor-joran membangun hotel berbintang di Nias Selatan.

Alasan mengadakan sarana-prasarana mendukung industri pariwisata di tanah kelahirannya karena untuk menampilkan seni Nias yang indah itu perlu tempat yang representatif. "Turis datang kan perlu dihibur. Menghiburnya dengan pertunjukan seni," ujarnya sambil menunjuk pada Arisman Zagoto, seniman yang dijuluki legenda seni Nias.

Menurut Ranto Dachi, kekayaan Nias dari sisi kearifan lokal genre seni budaya, masih dapat dimaksimalkan. "Hombo Batu sudah amat populer, tapi Nias Selatan tak hanya itu. Ada budaya yang menyatu dengan peninggalan megalitikum. Rumah raja-raja Nias di Desa Bawomataluo itu menyimpan berjuta cerita tapi belum dimaksimalkan. Saya ingin melibatkan kaum milenial, orang muda dan penggiat seni menjayakan kesenian Nias," optimisnya.

Arisman Zagoto mengatakan, orang muda di Nias dewasa ini jadi merasa 'asing' dengan kebudayaannya. "Saya sedih, kok semakin sedikit generasi muda, apalagi kaum milenial yang mengetahui ada warisan leluhur yang luar biasa. Bila kondisi itu dibiarkan, warisan itu akan punah. Masih dilestarikan," tambah mantan anggota DPR RI.

Ia menunjuk beberapa langkah promo seni Nias, seperti dilakukannya bersama Man Harefa, Fati Zebua. "Di Medan, ada seniman milenial yang sangat populer ke mancanegara. Namanya Brian Laso Harefa. Nias Selatan memerlukan Brian Laso Harefa - Brian Laso Harefa lainnya dalam melestarikan seni leluhur," ujar pria yang menciptakan lebih dari 70 lagu tersebut.

Pada Ranto Halomoan Dachi diharapkan ikut melestarikan seni leluhur. "Ada rasa cemburu ketika seorang Ranto Halomoan Dachi membangun Riau. Sekarang saya sebagai penggiat seni, mengajaknya membangun tanah leluhur," tutupnya.

Hal serupa diutarakan Yurisman Laia. Menurutnya, orang muda harus menyiapkan mental dalam maksud membangun Tan÷ Niha Banua Somasido khususnya Nias Selatan. (T/R9/f)



T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments