Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Raih Gelar Penyanyi Terbaik, Rospita Lubis Usung Fashion Ala Barbie

Raih Gelar Penyanyi Terbaik, Rospita Lubis Usung Fashion Ala Barbie

admin Senin, 07 Oktober 2019 13:23 WIB
Medan (SIB) -Rospita Lubis mengibarkan bendera Rumah Barbie Lubis di dunia maya. Beda dengan lini fashion kebanyakan, akunnya di media sosial tersebut dijadikan media berusaha online plus interaktif. Kadang, di jalur Facebook, IG dan YouTube, ditampilkannya sejumlah artis. Pada Sabtu (5/10), Antonio Manurung yang finalis The Voice Indonesia, live di kanal Rumah Barbie Lubis.

Perempuan yang bertagline 'Tondi-tondi Bouna' tersebut tak punya basis fashion yang bersentuhan langsung dengan konveksi tapi mulanya sebagai penyanyi. Ia bahkan pernah meraih gelar penyanyi terbaik di Parlilitan, Doloksanggul kala masih sekolah di bona pasogit.

Menyingkirkan gelar penyanyi terbaik, Rospita justru sebagai penumbuh semangat berbusana trend ala Barbie. "Mulanya sih dari Rumah Barbie Lubis. Setiap hari online minimal 6 jam. Interaksi dengan followers," ceritanya.

Setiap mengudara, yang tak pernah ditinggalkannya sapaan "Tondi-tondi Bouna dari Sabang sampai Merauke..." menyusul itu ia menunjukkan sejumlah busana yang sedang trendi, mulai dari anak-anak hingga dewasa.

Busananya pun pilihan, seluruhnya impor tapi cocok untuk orang Indonesia. Ia mengimpor dengan hub Thailand dan kota-kota pusat mode dunia. "Biar Tondi-tondi Bouna fashionable global," ceritanya.

***
Ia mengaku langkahnya ke dunia maya dan keartisan diaturNya. Kecil menimba ilmu dalam kondisi pas-pasan. Orangtuanya bertani tapi memiliki obsesi menyekolahkan anak-anak setinggi langit. Itulah sebabnya penghasilan tak seberapa dibagi rata.

Lahir di Siborongborong, 28 Oktober 1969 sebagai anak kelima dari 7 bersaudara putri pasangan Ny Maria Sihombing - Aris Lubis. Meski tak dimodali apa-apa bila hendak ke sekolah, Rospita bisa jajan dari usahanya.

Ketika orangtuanya memutuskan pindah, Rospita ikut. Lingkungan baru di Tanjungleidong - Asahan menuntutnya untuk semakin giat. Melakukan apa saja untuk mendapatkan kapital. Malam-malam, saat remaja seusianya jalan-jalan, Rospita justru berdagang jagung bakar. "Siang membeli jagung dengan harga murah, malam menjualnya di pusat konsentrasi massa," kenangya.

Meski menantang beku malam yang kadang berhujan tapi ia bahagia. Apalagi bila ada konser artis. Selain melayani pembeli jagung bakar, ia pun bernyanyi-nyanyi sendiri. "Waktu itu ada konser Dina Mariana dan Simbolon Sister. Karena ingin nyanyi, dagangan jagung saya tinggalkan," kenang perempuan yang mengidolakan Nike Ardilla, Dian Pieshesa dan Mayangsari tersebut.

Dari kegiatan menetap, ia berdagang ikan ke Dumai. Profesi barunya membuatnya harus jungkir-balik karena berpacu dengan waktu. Rospita pun selalu tidur di dalam bus di atas tumpukan ikan sebagai dagangannya. "Kalau tidak demikian, ikan bisa busuk dan tak laku," ujarnya.

Tujuh tahun demikian, ia menikah dengan Jhoni Bangun yang memberinya putra semata wayang, Sandi Mahaputra Bangun. Ketika revolusi teknologi hadir, ia tak mau ketinggalan dan akrab dengan dunia maya. "Tuhan semua yang mengatur. Saya tidak belajar digital," ujarnya.

Impian menjadi artis yang kandas, pun tumbuh lagi ketika mengibarkan Rumah Barbie Lubis dengan sedikitnya 5.000 followers dan konsumen.

Menikmati sukses dengan jerih payah tapi tetap saja ada hatters. Meski kesal dengan cacian di dunia maya, ia tidak marah. "Suami, anak, orangtua menasihati, balas hatters dengan cinta," ujarnya sambil mengurai isi Efesus 1 : 1. (R9/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments