Senin, 22 Apr 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Pusara Karl Marx di London Dirusak, Pemikiran Seninya Berkembang di Tiongkok

Pusara Karl Marx di London Dirusak, Pemikiran Seninya Berkembang di Tiongkok

admin Jumat, 08 Februari 2019 15:00 WIB
Pusara Karl Marx
London (SIB) -Pusara Karl Marx di London, Inggris, jadi korban aksi vandalisme orang tak bertanggung jawab. Pengelola makam menemukan jejak pahatan liar di nisannya. "Tugu granit bertulisan nama Marx beserta keluarganya menjadi target serangan benda tumpul terbuat dari metal," ujar Ian Dungavell.

Ia menduga, aksi ini sengaja dilakukan karena tidak ditemukan jejak perusakan di nisan lainnya. Monumen setinggi 3,7 meter itu dibangun pada 1880-an dan beberapa kali coba dirusak, baik dengan mural ataupun grafiti liar.

Sosiolog berkebangsaan Jerman tersebut tak hanya melahirkan pemikiran di bidang sosiologi tapi merambah hingga dunia seni. Seperti masyarakat Tiongkok yang melihat Marx mengembangkan seni visual. Hal itu yang membuat publik di negara terbanyak penduduk di dunia tersebut mengaguminya. Bahkan pada Mei 2018, lapor Tempo.co, pematung Tiongkok menyerahkan patung sang sosiolog ke Jerman.

Kota Trier di Jerman dikenal sebagai kampung halaman Marx menerima hadiah khusus dari China, berupa patung perunggu besar Karl Marx. Dibuat oleh pematung terkenal China Wu Weishan, patung itu akan secara resmi diluncurkan pada 5 Mei bertepatan dengan ulang tahun kelahirannya. Ini menunjukkan bukan hanya rasa hormat besar bagi Marx, tetapi juga bentuk persahabatan antara kedua negara.

Wu Weishan, yang juga kurator Museum Seni Nasional China, menghabiskan dua tahun terakhir untuk menciptakan karya seni ini. Baginya, inspirasi melanda begitu dia melangkah ke Trier. Sebagai seorang anak, Wu mulai mengenal Karl Marx melalui potret Marx yang tergantung di dinding rumahnya. Kemudian dia mempelajari filsafat Marxis dari sekolah menengah ke perguruan tinggi.
Dia memiliki gambaran yang sangat jelas tentang Marx sejak kecil. Setelah tiba di Jerman dan melihat arsitektur Romawi kuno, Wu segera terinspirasi. Wu membayangkan Marx masih berjalan di jalan-jalan kota kelahirannya, Trier, dan berbicara dengan orang-orang di seluruh dunia dua ratus tahun kemudian.

Dampak mendalam dari Karl Marx dan filosofinya terus dirasakan dalam banyak aspek masyarakat China dari politik hingga seni visual dan pendidikan. Ketika dunia merayakan ulang tahun ke-200 kelahiran Karl Marx, satu hal yang pasti, "citra dan pemikiran filsuf terbesar di zaman modern terus berakar dalam di dunia dan mempengaruhi orang-orang di seluruh dunia". (T/Rtr/AFP/R10/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments