Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Puluhan Artis Minang dan ISI Orkestra Padangpanjang Suguhkan Seni Klasik di Pengukuhan BM3-Sumut

Puluhan Artis Minang dan ISI Orkestra Padangpanjang Suguhkan Seni Klasik di Pengukuhan BM3-Sumut

admin Rabu, 18 September 2019 17:13 WIB
SIB/Dok
SENI ETNIK MINANG: Ketua Panitia Pengukuhan BM3-Sumut Farianda Putra Sinik di Medan, Selasa (17/9) menjelaskan suguhan seni etnik Minang didampingi pengurus Ramadius SAg dan Ali Zamar Sikumbang.
Medan (SIB) -Lima puluhan artis Minang dari Sumatera Barat menyuguhkan seni etnik klasik dalam rangkaian pengukuhan pengurus Badan Musyawarah Masyarakat Minang (BM-3) Sumatera Utara di Gedung MICC Jalan Ring Road, Medan, Sabtu, 5 Oktober 2019. Bersamaan dengan pergelaran kesenian dan penampilan Orkestra ISI Padangpanjang, disuguhkan kuliner etnik khas Minang seperti sate padang.

Ketua Panitia Pengukuhan Farianda Putra Sinik mengatakan hal itu di Medan, Selasa (17/9). "Bersamaan dengan itu, pekerja seni yang mengabdi di Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang tampil. Bahkan petinggi kampus sudah menyatakan datang," ujarnya didampingi pengurus Ramadius SAg dan Ali Zamar Sikumbang.

Menurutnya, pergelaran seni tersebut juga untuk maksud menyambung dan mengeratkan silaturahim karena diagendakan dihadiri tokoh Minang skala nasional dan regional. "Orangtua Mayjen TNI HM Sabrar Fadhilah adalah orang Minang. Panitia berharap pria yang menjabat Pangdam I Bukit Barisan dan keluarga besarnya, hadir," tambahnya sambil mengatakan panitia pelaksana menjalankan sesuai tema acara yakni Manjapuik Nan Tasisiah, Mangumpuahkan Nan Taserak, Mancari Bijo Nan Ha Tumbuah.

BM3-Sumut pun ingin menunjukkan bahwa warga Minang yang ada di rantau ini tetap menjunjung tinggi silaturahim serta tak ingin berjarak dengan kampung halaman. "Hiduik Baraka, Baukua Jo Bajangko," tambah pria yang menjabat sebagai Ketua Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Sumut tersebut.

Dari para artis, lanjut Farianda Putra Sinik, tampilnya artis cilik yang membawakan talempong. "Agar kaum milenial warga Minang di Sumut termotivasi ikut melestarikan warisan leluhur," ujarnya.

Sesuai agenda, sejumlah perkusi etnik dari Minang ditampilkan seperti pergelaran bansi atau suling Minang dengan 7 lubang (seperti rekorder), berbentuk pendek dan dapat memainkan lagu-lagu. Saluang. Bahkan ditampilkan pemain bansi, kelompok talempong atau bonag Minang. "Panitia ingin menginfluencer anak muda, generasi mud abangsa untuk melestarikan seni budaya leluhur," tambah Farianda Sinik.

Dalam hal pengukuhan BM-3 Sumut yang diketuai Syahruddin Ali, menurutnya, merupakan periodesasi 2018 yang tertunda. "Tahun 2019 banyak kegiatan politik. BM3-Sumut harus steril dari politik" tegasnya sambil merinci kegiatan dihadiri utusan dari18 kabupetan kota di Sumatera Barat yang ada di SU. "Panitia mengundang 2.000 tetamu dan berharap keluarga Minang yang belum menerima undangan, dipersilakan hadir untuk saling mengeratkan silaturahim," tutup Farianda Sinik. (R9/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments