Kamis, 06 Agu 2020
  • Home
  • Hiburan
  • Profesor Australia Teliti Konsumsi Pop Melayu Indonesia

Profesor Australia Teliti Konsumsi Pop Melayu Indonesia

Jumat, 03 Juli 2020 18:03 WIB
apkpure.com

Ilustrasi

Kualalumpur (SIB)
Emma Baulch meneliti perilaku konsumsi masyarakat terhadap lagu dan aksi panggung Kangen Band, serta bagaimana Kangen Band mendapat label Pop Melayu. Profesor asal Australia yang bekerja untuk Monash University Malaysia itu membukukan risetnya dalam ‘Longing Band Play at Beautiful Hope’ (versi pra-cetak) dalam International Journal of Cultural Studies edisi Mei 2013. Tetapi artikel terebut menjadi trending ketika tren ‘Tell Me Something I Don't Know’ muncul di Twitter, Minggu (28/6).

Emma menulis, publikasi lagu-lagu Kangen Band diperdengarkan melalui siaran radio, mal, hingga dijajakan di pinggir jalan. Publikasi karya mereka juga digambarkan lewat sebaran video ilegal yang tak menunjukkan image Kangen Band.

Pada pertengahan 2000-an, Kangen Band populer setelah dikontrak Warner Music Indonesia. Kangen Band merilis album ‘Tentang Aku, Kau, dan Dia’ pada 2007. Karya tersebut sebelumnya beredar dalam format bajakan dan ketika dikontrak Warner, menjadi sangat populer. Dukungan Ring Back Tone (RBT) semakin menambah popularitas Kangen Band saat itu. Majalah musik Rolling Stone Indonesia menyebut Kangen Band sebagai Juaranya RBT.

Sebelumnya, Emma menulis tentang Krisdayanti dalam Cosmopatriots, mengurai tentang skema punk dan metal di Bali tahun 90-an dalam ‘Making Scenes: Reggae, Punk and Death Metal in 1990s Bali’, tentang musik pop Melayu di Indonesia dalam ‘Melayu vs Pop Indonesia: Marketeers’, producers and new interpretations of genre into the 2000s pada 2014.

Terangkatnya Kangen Band juga karena perhatian Managing Director Warner Music Indonesia Toto Widjojo. "Bahkan membuat Dr Emma Baulch PhD dari Monash University, membuat sebuah tulisan yang sangat menarik tentang Kangen Band," paparnya seperti disiarkan MedCom.Id. "Jika kalian benar-benar 'Doy' sejati, maka saya yakin kalian akan tertarik untuk membaca tulisan ini. Salam 'Doy' dan selamat bernostalgia bersama ‘Tentang Aku, Kau, dan Dia’," lanjut Toto.

Kangen Band memberi kontribusi 209 juta views untuk YouTube Warner Music Indonesia. Pencapaian ini disebut mendukung penelitian Emma Baulch yang menuliskan identitas Kangen Band yang tak diketahui menjadi populer. Dalam aplikasi streaming music Spotify, karya Kangen Band diperdengarkan di empat negara Asia Tenggara selain Indonesia yakni Hong Kong, Malaysia, Singapura dan Taiwan. (T/R10/p)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments