Minggu, 18 Agu 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Pistol Berdarah Pembunuh Vincent van Gogh Dilelang

Pistol Berdarah Pembunuh Vincent van Gogh Dilelang

admin Rabu, 19 Juni 2019 16:32 WIB
SIB/Dok
Lukisan diri Vincent van Gogh.
Paris (SIB) -Pistol berdarah yang membunuh Vincent van Gogh dilelang di rumah lelang di Paris. Senjata itu digunakan pelukis terkemuka itu untuk bunuh diri pada 1890.

Dilabeli sebagai 'senjata paling terkenal dalam sejarah seni,' senja api itu berupa pistol 7mm Lefaucheux. Diperkirakan, pistol itu akan laku sebesar 67 ribu dolar AS atau sehitungan Rp960 juta.

Van Gogh diduga bunuh diri dengan pistol dimaksud di sebuah desa bernama Auvers-sur-Oise di Paris, Prancis. Ia memang menghabiskan beberapa bulan terakhirnya di desa itu.

Pistol dipinjamnya dari pemilik penginapan tempatnya tinggal. Sekitar 36 jam setelah sempoyongan di kegelapan kamarnya, van Gogh ditemukan meninggal dunia.

tahun 1965 pistol yang digunakannya untuk bunuh diri ditemukan oleh seorang petani. Lokasinya juga di tempat Van Gogh menghabiskan malam-malam terakhirnya. Pistol itu kemudian dipamerkan di Van Gogh Museum di Amsterdam.

Lembaga yang akan melelang pistol itu, Art Auction, mengatakan sebenarnya tidak ada cara untuk menelusuri dan meyakinkan bahwa senjata yang akan dijual itu adalah yang digunakan Van Gogh untuk bunuh diri. Serangkaian tes menunjukkan senjata itu sudah terkubur di dalam tanah selama sekitar 75 tahun. Artinya, sekarang orang hanya bermodal percaya.

Kematian Van Gogh sendiri masih menjadi pertanyaan. Kebanyakan sejarawan percaya ia bunuh diri. Sementara beberapa periset punya asumsi lain bahwa tembakan yang mematikan itu sejatinya tak sengaja dilontarkan oleh dua anak muda lokal yang sedang bermain-main dengan senjata di lapangan dekat Van Gogh tinggal.

Teori itu yang dipakai untuk membuat biopik Van Gogh, yang dimainkan Willem Dafoe.

Sutradara biopik berjudul At Eternity's Gate percaya Van Gogh tidak berniat bunuh diri. Ia menghasilkan 75 lukisan selama 80 hari di Auvers-sur-Oise, tidak seperti orang depresi.

Anggapan sutradara yang juga pelukis asal Amerika, Julian Schnabel itu didukung penulis naskahnya, Jean-Claude Carriere. Ia menganggap tidak ada bukti bahwa Van Gogh bunuh diri.

"Apakah saya percaya Van Gogh bunuh diri? Tentu tidak!" ujarnya menegaskan seperti disiarkan CNNIndonesia.Com, Selasa (18/6)
Yang mana pun teori yang benar, itu masih melibatkan senjata yang akan dilelang.

Itu juga bukan kali pertama Van Gogh melukai diri sendiri. Pada 1888 ia mengiris telinganya sebelum menawarkannya pada seorang wanita di rumah bordil di Arles, Prancis. (T/R9/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments