Senin, 21 Okt 2019

Terancam 7 Tahun Bui dan Denda Rp 5 Miliar

Penyanyi Oplosan Minta Tak Dipenjara.

Rabu, 22 Januari 2014 09:25 WIB
SIB/int
Eny Sagita
Nganjuk (SIB)- Eny Sagita berharap tak dipenjara terkait lagu Oplosan yang dinyanyikannya. Pedanggut yang kini berada di puncak popularitas itu  berdalih memiliki anak kecil yang harus dihidupi di tengah prahara rumah tangganya.

Melalui kuasa hukumnya Bambang Sukoco, penyanyi asal Desa Pacekulon, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk itu berharap pengadilan tak akan memenjarakannya. Keinginan ini disampaikan mengingat ancaman jerat pidana yang dijatuhkan terhadap Eny cukup besar, yakni tujuh tahun penjara dan denda Rp 5 milIar. "Kami akan berjuang agar Eny tak ditahan," kata Bambang di Jakarta, Selasa, (21/1).

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pelanggaran Undang-undang Hak Cipta, Eny Setyaningsih atau nama asli Eny Sagita  masih bersikap kooperatif terhadap proses hukum. Selain tak akan melarikan diri, perempuan berusia 28 tahun ini juga berjanji tak akan menyembunyikan alat bukti maupun mengulangi perbuatannya.

Masih menurut Bambang, seperti disiarkan Tempo.Co, kasus ini sangat memukul Eny. Selain kewajiban memimpin grup musiknya, dia juga harus menghidupi anak tunggalnya yang saat ini duduk di kelas tiga sekolah dasar. Sementara sejak tiga tahun lalu dia sudah menjalani pisah ranjang dengan sang suami.

Eny didakwa mencuri lagu Oplosan yang diciptakan Nur Bayan. Sebelum dikenal masyarakat seperti sekarang ini, lagu tersebut sudah dipopulerkan oleh penciptanya sendiri bersama grup Trio Gimix. Namun demikian lagu tersebut ternyata tidak begitu populer karena hanya dikenal di kalangan pecinta kesenian Jaranan di Kediri. "Lagu itu memang bentuk aslinya jaranan," kata Bambang sambil mengatakan  banyak penyanyi lain yang menyanyikannya secara bebas. Salah satunya adalah Eny yang kerap membawakannya dalam bentuk dangdut koplo bersama kelompoknya Sagita. Dan tanpa diduga, lagu tersebut meledak hingga dinyanyikan para artis di stasiun televisi.

Kasus tersebut saat ini telah memasuki sidang perdana pada Senin, ( 20/1). Rencananya pihak terlapor akan mengajukan tanggapan atau keberatan pada persidangan berikutnya pekan depan di Pengadilan Negeri Nganjuk. "Terdakwa menyanyikan lagu orang lain tanpa izin," kata Luchas Rohman, jaksa penuntut umum.

Sebelumnya, goyang Oplosan pun sudah diprotes banyak pihak karena dinilai erotis. Pembicaraan soal lagu dan goyang itu membuat Eny makin populer.

Kasus ini, menurut Bambang, sebenarnya sudah berlangsung cukup lama. Seorang seniman asal Kediri bernama Nur Bayan mengajukan laporan pelanggaran hak cipta ke Kepolisian Daerah Jawa Timur satu tahun lalu dengan terlapor Eny Sagita. Penyanyi 28 tahun itu dituding menyerobot lagu Oplosan ciptaannya, baik saat menyanyikan di panggung maupun menggandakan dalam bentuk cakram padat. Oplosan diketahui berada di antara lagu-lagu Eny yang direkam bersama grup Orkes Dangdut Sagita.

Setelah cukup lama ngendon di Polda Jawa Timur, kasus tersebut dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur untuk selanjutnya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Nganjuk.

Dakwaan yang disampaikan jaksa, menurut Bambang, sangat gampang untuk dibantah. Sebab, hingga kini pihak Nur Bayan selaku pelapor juga belum bisa membuktikan bahwa lagu tersebut adalah ciptaannya, atau setidaknya didaftarkan sebagai hasil kreatifnya. Ini berarti siapa pun bebas menyanyikannya di atas panggung. "Penyanyi lain juga banyak yang menyanyikan, sampai di televisi," kata Bambang sambil mengulangi bahwa kliennya memang bukan pencipta lagu tersebut. Hanya, bukan berarti ketika menyanyikan di panggung dia harus mengajukan izin terlebih dulu kepada penciptanya. (T/r9/W)
 
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments