Jumat, 18 Sep 2020
  • Home
  • Hiburan
  • Pengunjung Bioskop Sepi, Diskon Nonton 60 Persen di Korea

Pengunjung Bioskop Sepi, Diskon Nonton 60 Persen di Korea

* Rugi 5,5 M Dolar AS, Film Blockbuster Tak Mampu Tingkatkan Penonton Bioskop
Kamis, 04 Juni 2020 19:14 WIB
tirto.id

Ilustrasi

Seoul (SIB)
Bioskop di Korea Selatan menawarkan potongan harga tiket hingga 60 persen. Langkah tersebut untuk mendongkrak kunjungan penonton, yang anjlok sejak pandemi Covid-19.

Dewan Perfilman Korea (KOFIC) membagikan kupon diskon untuk tiket menonton selama tiga pekan berturut-turut sejak Senin (1/6). Diskon 6.000 won atau sekitar Rp71 ribu per tiket yang biasanya dibanderol rata-rata10 ribu won atau sekitar Rp118,3 ribu.

Tiga jaringan bioskop terbesar di Korea Selatan yakni CGV, Megabox dan Lotte Cinema, membagikan kupon diskon melalui laman situsnya. Jaringan bioskop Cine Q mengatakan pelanggannya bisa mendapatkan empat kupon diskon setiap pekan dengan sistem adu cepat dapat tiket.

CNNIndonesia.Com, Rabu (3/6) melaporkan, diskon semula berlaku sejak 21 Mei menyusul new normal yang diumumkan Presiden Moon Jae-in tapi ditunda akibat lonjakan kasus dari klaster baru, kelab malam di Itaewon.

Industri keatif di Negeri Ginseng hampir tak bergerak. Penjualan tiket drop sampai 94 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019. Lebih 75 film baru juga tunda tayang akibat wabah virus corona.

Rugi 5,5 M Dolar AS
Industri perfilman dunia belum bergeliat. Per Rabu (3/6) justru merugi sedikitnya 5,5 miliar dolar AS. Mengacu pada pendapatan melaui penjualan tiket tahun 2019, sampai Juni mencatat 11,4 miliar dolar tapi di periode yang sama baru terjual 5,5 miliar. Kerugian akibat menurunnya penjualan tiket mencapai 5,9 miliar dolar AS.

Meski memulai produksi tapi belum ada negara yang menjamin situasi kembali normal seperti semula. Data terbaru dari riset MoffettNathanson menyebut, Covid-19 diprediksi, pendapatan dari penjualan tiket tinggal separuh. Kondisi ke depan belum dapat diprediksi. Bahkan sejumlah film blockbuster seperti ‘Tenet’ dan ‘Mulan’ gagal mencetak debut dan penayangannya harus kembali mundur.

Pegiat industri kreatif mencatat, akan sulit bagi studio film untuk melanjutkan hidup tanpa kejelasan pasar. Apalagi, belum ada komitmen yang tegas dari otoritas di New York, San Francisco, dan Los Angeles terkait jadwal pasti pembukaan bioskop yang berhenti beroperasi sejak Maret. ‘Tenet’ diagendakan rilis pada 17 Juli. Premier film’ Mulan’ menyusul sepekan kemudian, yakni pada 24 Juli. “Ketidakpastian jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penting yang kami sebutkan di atas, termasuk penetapan tanggal perilisan film, ketika pasar kembali dibuka dan penonton mau berangkat ke bioskop, akan berdampak pada kinerja sepanjang bulan-bulan berikutnya,” demikian catatan dari tim riset MoffettNathanson yang dipublikasi HarNas.Co.

Analis dengan gamblang memprediksi, semua bisa kembali normal pada 2021, walaupun angkanya masih di bawah torehan 2019. Yakni, sekitar US$ 9,7 miliar.

Kendati optimistis, mereka mengingatkan, taksiran itu tetap saja bisa meleset. Penyebabnya beragam. Mulai dari kemungkinan kegagalan produksi film hingga langkah studio film ‘alih wahana’ dari fisik ke online, baik streaming maupun video on-demand.

Peralihan konsep digital memang sulit ditepis. Sejumlah studio film tak segan melakukan sisi eksperimental dengan merilis film di layanan streaming seperti HBOMax, Disney Plus, dan lainnya. MoffettNathanson memperkirakan, tren tersebut akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan. (T/R10/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments