Jumat, 23 Agu 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Pengidung Lintasgenre yang Tinggalkan Dunia Sekuler

Pengidung Lintasgenre yang Tinggalkan Dunia Sekuler

admin Sabtu, 22 Juni 2019 13:52 WIB
SIB/Dok
PENGIDUNG : Ketum PWGP Pdm EM Br Aritonang STh (paling kiri) dan AKBP Heribertus Ompusunggu SIK MSi bersama pengidung rohani di Pematangsiantar, Jumat (21/6).
Pematangsiantar (SIB) -Sejumlah pengidung menghadiri pembukaan Synode Kerja ke-42 Gereja Pentakosta yang dipusatkan di Jalan Lingga 24 A Pematangsiantar, Jumat (21/6). Tetapi yang mendapat perhatian istimewa adalah Ketua Umum Persatuan Wanita Gereja Pentakosta (PWGP) Pdm EM Br Aritonang STh dan AKBP Heribertus Ompusunggu SIK MSi.

Keduanya terlibat dalam puji-pujian dan saling mengisi di acara penyembahan tersebut. Pdm EM Br Aritonang memastikan, dengan kidung puji-pujian, tak hanya hati riang tapi raga pun sehat. "Saya, meski sedang kurang fit, misalnya. Bila terlibat dalam berkidung, pasti mendapat kekuatan lebih," cerita perempuan yang usianya menjelang kepala delapan itu.

Ia memastikan, bila di acara sekuler, tetap membawakan lagu rohani. Kadang, syairnya digubah menjadi duniawi tapi melodinya tetap untuk memuliakanNya. "Saya selalu mengingatkan, agar dalam setiap kegiatan dalam aktivitas sekuler, tetap didahului doa dan diisi kidung memuliakanNya. Maksudnya agar manusia semakin dekat denganNya dan sukses dalam pergumulan duniawi," tegas Pdm EM Br Aritonang.

Sama halnya dengan AKBP Heribertus Ompusunggu SIK MSi. Kapolres Pematangsiantar itu di kegiatan tersebut membawakan kidung 'Engkaulah Perisaiku'. "Karena Yesus saya dapat berdiri di sini. Karena kuasaNya, saya di sini," ujarnya.

Ku kan berdiri di tengah badai
Dengan kekuatan yang Kauberikan

Sampai kapan pun
Ku kan bertahan karna Yesus selalu menopang
Saat menyenandungkan kidung tersebut, ia mengaku mendapat kekuatan sempurna untuk semakin teguh memuliakanNya.
Menurutnya, kekuatanNya yang menopangnya dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai manusia.

AKBP Heribertus Ompusunggu memang senantiasa terlibat dalam kegiatan doa. Jauh sebelum berdinas di kota pelajar tersebut, aktivitas utama setelah menjadi aparat adalah ikut kegiatan ibadah. (R9/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments