Sabtu, 19 Sep 2020
  • Home
  • Hiburan
  • Penampilan Komunitas Gondang Saurdot Dikagumi di Korsel

Penampilan Komunitas Gondang Saurdot Dikagumi di Korsel

admin Minggu, 30 Juni 2019 11:39 WIB
SIB/Dok
Komunitas Gondang Saurdot (KGS) pimpinan Aldentua Siringoringo, ketika tampil di atas pentas, Seoul Plaza, Seoul Korea Selatan, pada 15 Juni 2019. Selain membawakan lagu Batak Sigulempong dan Siksik Sibatumaningkam, juga lagu Arirang dan Gom Se Mari dari Korea, serta lagu Despacito dari Spanyol.
Seoul (SIB) -Komunitas Gondang Saurdot (KGS) Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jatiwaringin Jakarta memukau publik, khususnya yang menghadiri ASEAN Week yang digelar di Seoul Plaza, Seoul - Korea Selatan, 14 - 16 Juni 2019. Dalam suguhannya, KGS yang mewakili Indonesia di acara internasional itu, menampilkan budaya Batak melalui gondang dan lengkap dengan alat musik tradisional serta tari-tarian.

KGS tampil dua sesi. Di hari pertama, menampilkan cerita masyarakat adat sebelum dan sesudah Injil masuk ke Tano Batak. Perkusi yang mengiringi seluruhnya alat musik tradisional. Di hari kedua, mengombinasikan lagu-lagu top dunia diiringi alat musik asli Batak. Di antaranya medley 'Arirang' dan 'Gom Se Mari' dari Korea, 'Despacito' dari Spanyol, serta 'Sigulempong' dan 'Siksik Sibatumanikkam'.

"Penonton mengapresiasi penampilan KGS," cerita Pembina dan Pemimpin Delegasi Aldentua Siringoringo SH MH sekembali dari Negeri Ginseng di Jakarta, Rabu (26/6). "Ketika hendak berangkat, personel KGS sudah dibekali visi misi 'Ikuti Zamanmu, Kuatkan Imanmu dan Lestarikan Budayamu' hingga memegang teguh," tambahnya.

Terpilihnya KGS untuk menghibur publik dalam Perayaan 30 Tahun Dialog Asean - Korea Selatan, serta 10 tahun terbentuknya Asean - Korea Centre melalui seleksi. Mula-mula diusulkan satu departemen. Kemudian penyelenggara di Seoul menetapkan KGS. "Suatu kebahagiaan bagi kita, KGS tampil untuk pertama kali di Seoul, karena selama ini Indonesia menyuguhkan Tari Saman atau seni budaya yang sudah populer di manca negara," tambah pengacara populer itu didampingi Asisten Pelatih yang juga pemain gitar dan taganing Agung Pasca Siringoringo.

KGS yang berangkat ke Seoul, berintikan 14 artis dengan 2 narator dan offisial. Para pekerja seni adalah Martahan Sitohang (pelatih, aransemen musik, hasapi serta sarune), Jeremy Simamora (pemain taganing), Christian Malau (sulim & ogung), Petra Simamora (sulim 2 & ogung), Evan Panggabean (garantung / ogung), Alfred Siringoringo (hasapi & ogung), Ny Hutabarat br Sitohang (koreografer / dancer 1 ), Ny Simamora br Pasaribu (dancer 2), Angela br Siringoringo (narator).

KGS dibentuk Aldentua dinaungan Gereja HKBP Jatiwaringin, Jakarta untuk memperkenalkan dan menumbuhkan rasa cinta generasi muda Batak pada warisan leluhurnya. Hingga 2019, memiliki anggota aktif 70 orang, yang mayoritas kaum milenial.

Saat didirikan 4 tahun lampau, ada sejumlah kendala. Mulai mengenalkan perkusi etnik pada kaum muda, personel yang masih labil secara psikis khususnya usia SD sampai SMP. "Biasanya dalam usia muda lebih suka main game dan berselancar di dunia maya. Maka, yang menjadi anggota diubah pola pikirnya," tambahnya.

Dari langkah itu, dibawa untuk mengenal dan menyukai Buku Ende yang kemudian mengenal perkusi etnik yang masih 'asing'. "Misalnya gondang yang memiliki lima nada atau pentagonic walaupun adakalanya harus mengiringi Buku Ende yang sampai 2 oktaf," jelasnya.

Usia setahun, KGS mulai mengiringi kebaktian, setiap minggu pertama setiap bulan di gereja. Di tahun kedua mulai tur, termasuk 7 hari konser di bona pasogit. Mulai dari tampil di PA Elim Pematangsiantar, di Pangururan -Samosir, di Dolok Sanggul - Humbahas, di Pearaja Tarutung - Taput, di PA Hepata, hingga konser di Ajibata Parapat - Simalungun.

Puncak semuanya adalah tampil secara internasional di negara orang. Menutup pertunjukan di Seoul, KGS mangulosi Sekretaris Jenderal Asean –Korea Centre Mr Lee Hyuk dan sejumlah tetamu terhormat seperti Wakil Dubes Indonesia Siti Sofia Sudarma. "KGS ingin terus berbuat bagi kemajuan seni etnik Batak sebagai bagian kejayaan Indonesia," tutup Aldentua Siringoringo. (J01/c)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments