Senin, 24 Feb 2020
Banner Menu
Detail Utama 1
  • Home
  • Hiburan
  • Parulian Saragih Padukan Seni Etnik dan Milenial Bersama Alam

Parulian Saragih Padukan Seni Etnik dan Milenial Bersama Alam

Rabu, 12 Februari 2020 18:23 WIB
Foto: SIB/Dok

Paduan Seni Landscape Alamiah: Satu bagian the most beautiful corner di Sigurgur Beach di Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo yang menjadi pusat seni etnik dan milenial.

Simanindo (SIB)
Parulian Saragih memadukan seni etnik dengan pendekatan milenial bersama alam di Sigurgur Beach di Desa Cinta Dame, Kecamatan Simanindo. “Hakikinya, seni menyatu dengan alam. Bersama alam, seni terlestarikan,” ujarnya dalam silaturahim Alumni Budi Murni 1979 saat syukuran putri Maria Susilawaty di Gedugn Putra Solo Medan, Minggu (8/2).

Fokus di Sigurgur Beach karena lokasinya terhampar pasir putih yang berkilau ditimpa matahari Danau Toba. “Di lokasi itu, panorama keindahan sunsetnya tak hanya meneduhkan hati tapi melahirkan inspirasi sempurna,” ujarnya didampingi Jolly Sulaeman Sitanggang.

Selain melestarikan seni etnik, di lokasi tersebut pun menjadi pusat kuliner mulai dari kopi Samosir hingga lainnya di Safetaria Sigurgur Beach. Menurutnya, menyelaraskan dengan selera kids era now, lokasi tersebut menjadi Instagramable. “Sudut selfie terindah ya... di Sigurgur Beach,” tegas Parulian Saragih.

Menciptakan sebagai lokasi the most beautiful corner, lanjutnya, lokasi itu dikerjakan Joly Sitanggang yang jebolan Institut Teknologi Bandung.

Bersama kegaitan seni, ia memadukan dengan kegiatan positif bagi generasi muda. “Ke depannya, Sigurgur Beach ditata sebagai pusat latihan kegiatan olahraga seperti bela diri karena track-track yang ada sangat baik dengan penguatan kekuatan fisik yang dapat memungkinkan kegiatan sampai 1.000-an orang.

Parulian Saragih mengatakan, bersamaan dengan tekad menjadi pusat kegiatan seni milenial, landscape alamiah dipertahankan hingga seni dan budaya menyatu dengan keindahan alam. Dari Sigurgur Beach menatap langsung ke Tao Silalahi.

Mengentalkan suasana Danau Toba, bersamaan dengan itu ditampilkan seni etnik yang menandakan kekayaan warisan leluhur Bangso Batak yang tumbuh bersama seni modern yang digemari milenial. (R10/d)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments