Sabtu, 07 Des 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Parfi Melayarlebarkan Industri Etnik Kreatif Sumut

Parfi Melayarlebarkan Industri Etnik Kreatif Sumut

admin Kamis, 20 Juni 2019 15:44 WIB
SIB/Dok
MANDAR BALIGE : Ketua Parfi Sumut Dra Murni Huber-Tobing MSi (paling kiri) bersama pekerja seni yang juga bergelut dalam industri etnik kreatif bermandar Balige.
Medan (SIB) -Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Sumut Dra Murni Huber-Tobing MSi mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan sejumlah pihak melayarlebarkan industri etnik. Film tersebut bercerita soal produksi rumahan warga di sekitar Danau Toba, khususnya Balige. "Balige itu sentra industri etnik, seperti ulos, mandar yang dikerjakan manual. Tenunan ulos, tak hanya memiliki filosofi kehidupan orang Batak tapi bernilai ekonomi. Tema itulah yang diangkat," ujarnya di Medan, Rabu (19/6) didampingi Advidory Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Medan Saurma MGP Siahaan MIKom MIPR yang penggagas Medan Fashion Trend (MTF).

Ia mengatakan, meski fokus pada industri etnik Balige tapi film yang dikerjakan bukan dokumenter. "Film... film yang bagus dan nikmat ditonton. Selama ini kan banyak film berlatar Danau Toba. Danau Toba itu tak saja indah tapi kaya, masyarakat yang tinggal di sekitarnya, kreatif. Tema itulah yang difilmkan," ujarnya.

Melayarlebarkan industri etnik tersebut, lanjutnya, tak sekadar mengangkat proses kreatif publik ke pita seloid tapi didahului kerja kreatif. "Parfi Sumut kerja sama dengan sineas nasional, melakukan cast terbuka. Kerja sama dengan Unimed untuk sama-sama menampung bakat orang muda. Mendapat supor dari Pemerintah Kabupaten Tobasa serta beroleh dukungan dari bupatinya," sebutnya.

Memroduksi film kali ini, ujarnya, sebagai momen penting yakni berketepatan dengan dua tahun Murni Huber-Tobing memimpin Parfi Sumut atau tepatnya pada Sabtu, 22 Juni 2019. "Sebelumnya kan sudah ada kerja kreatif Parfi Sumut. Mulai dari pelatihan, mengangkat pratonun ulos ke level nasional bahkan sekawasan ASEAN, termasuk sejumlah pergelaran. Kali ini benar-benar sesuatu," pastinya.

Ia memaparkan, bersamaan mengangkat cerita tentang industri etnik, para pemainnya pun memiliki hubungan emosional yang sangat kental dengan wilayah. "Kalau soal akting pemain, Parfi Sumut kan mengadakan kerja sama dengan Parfi Pusat dan melakukan pelatihan akting dengan sanggar-sanggar yang ada. Antusiasme yang selama ini didapatkan, luar biasa," tegas Murni Huber-Tobing.
"Artinya, film layar lebar itu memenuhi syarat menjadi tontonan menarik. Selain menghibur juga mendidik dengan pesan moral."
Meski film dijamin bagus dan indah, ujarnya, pihaknya tak sekadar menghadirkan dan memberi tontonan istimewa. "Parfi Sumut ingin film dimaksud berdampak positif bagi kekuatan ekonomi daerah, khususnya bagi pekerja industri etnik tersebut. Tobasa dewasa ini sangat fokus dalam mengembangkan UMKM. Melalui film yang sedang dikerjakan, Parfi Sumut mendukungnya," harapnya.

Ia masih merahasiakan judul film serta para bintang. "Yang pasti film tersebut tak sekadar memenuhi standar ekonomi kreatif para sineas tapi menguatkan ekonomi warga," tutup Murni Huber - Tobing. (R9/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments