Senin, 16 Sep 2019
  • Home
  • Hiburan
  • PPGP Berkidung Paskah Berbungkus Nasionalisme Keindonesiaan

PPGP Berkidung Paskah Berbungkus Nasionalisme Keindonesiaan

admin Selasa, 23 April 2019 21:23 WIB
Pdm EA Br Aritonang STh
Medan (SIB) -Ketua Umum Persatuan Perempuan (PP) Gereja Pentakosta (GP) Pdm EA Br Aritonang STh memeringati momen penting dalam perjalanan kebangsaan dibungkus dengan nasionalis. Ketika Paskah 2019 yang bersamaan dengan peringatan Hari Emansipasi Wanita Indonesia, Minggu (21/4), putri mantan Wedana (setingkat Bupati) Dairi itu menggabungkannya dalam satu momen. Misalnya, memakai busana khas Indonesia dengan kolaborasi sandang etnik.

Menurutnya, Paskah adalah puncak dari religi Kristen, yang dimulai dari kelahiranNya. Dikarenakan hidup di Indonesia maka, penebalan iman sama sebangun dengan membangkitkan nasionalisme. "Sesuai Alkitab, seluruh warga harus tunduk pada pemerintahan yang sah. Yesus mati di salib pun karena tunduk pada pemerintah yang sah baik di bumi maupun di surga. Ia tunduk pada Bapa," paparnya usai melayani ibadah Paskah.

Perempuan yang memfavoritkan seluruh nats Alkitab itu merasa kuat bila melunaskan janji melayaniNya. "Yang paling memberi kekuatan ketika mengulang dan mengulangi nats Yohanes 3:36," tambahnya.

Bersamaan datangnya Paskah, Pdm EA Br Aritonang merasa lahir kembali karena dosanya sudah ditebusNya. "Renungkan salib di atas Bukit Golgota, tempat tergantung Juru S'lamat Dunia; dalam sengsara jiwa raga yang pedih Ia menanggung dosa kita yang keji," senandungnya seperti kidung 'Di Bukit Golgota' yang difavoritkannya.

Menurutnya, kidung pujian tidak hanya sekadar diciptakan menghiasi dan mendampingi ibadah tapi memiliki makna yang sangat dalam. "Resapi semaksimalnya, batin dan jiwa manusia jadi bahagia," tegasnya.

Sama seperti lagu sekuler atau duniawi, Pdm EA Br Aritonang menyukai lagu rohani populer yang meneduhkan hatinya, 'Tuhan Pasti Sanggup' Lagu yang dipopulerkan Mike Mohede itu memiliki kekuatan dan kepastian bahwa janjiNya pasti digenapi.

Tentang perkembangan dunia yang berpeluh dosa, ia mendoakan agar seluruh umatNya mengutamakan doa. "Saya berdoa bagi jiwa yang terpisah dari raga karena pemboman di gereja dan sejumlah tempat di Srilanka. Paskah suci membersihkan bilur dosa manusia," tutupnya. (R9/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments