Selasa, 19 Nov 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Nuansa Etnik Meriahkan Choir Competition GPIB Sumut - Aceh di Medan

Nuansa Etnik Meriahkan Choir Competition GPIB Sumut - Aceh di Medan

admin Sabtu, 07 September 2019 14:43 WIB
SIB/Dok
Nuansa Etnik : Grandfinal Pesparawi memeriahkan dan memeringati 55 tahun Pelkat PKP GPIB Mupel Se-Sumut - Aceh, Jumat (6/9) berlangsung semarak diwarnai nuansa etnik, yang memunculkan PS Pelkat PKP GPIB Immanuel Medan sebagai jawara. Terlihat dewan juri bersama pendeta GPIB Immanuel Medan Pdt Johny A Lontoh MMin MTh yang mengenakan busana etnik Tapanuli Selatan bersama unsur panitia Ketua Panitia Pesparawi HUT ke-55 Pelkat PKP GPIB Mupel Se-Sumut - Aceh Selvi Iroth Kepahang, Bendahara Ratna Br Hutagaol serta sejumlah panitia Ny Debbie Joice Margaretha Rattu, Ny Perangin-angin/Duma Br Simamora, Minda Sari Br Barus, Selvi Nanlohy dan Ny Pangaribuan dan konduktor paduan suara yang masuk ke babak tersebut.
Medan (SIB) -Grandfinal Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) memeriahkan dan memeringati 55 tahun Pelkat PKP Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Mupel Se-Sumut - Aceh, Jumat (6/9) berlangsung semarak. Sembilan grup paduan suara dari ragam daerah di dua provinsi tampil memperebutkan tempat terhormat di kegiatan yang diadakan di Gedung Alpha - Omega Kompleks GPIB Immanuel Medan.

Di luar panggung perlombaan, choir competition itu dimeriahkan busana etnik dari hampir seluruh puak suku di Sumut. Mulai dari pendeta GPIB Immanuel Medan Pdt Johny A Lontoh MMin MTh yang mengenakan busana etnik Tapanuli Selatan hingga seluruh panitia. "Selain menunjukkan pada publik bahwa busana etnik match dalam kombinasi busana modern, melalui choir competition juga menggali dan melestarikan kearifan lokal yang ada dalam busana tersebut," ujar Ketua Panitia Pesparawi HUT ke-55 Pelkat PKP GPIB Mupel Se-Sumut - Aceh Selvi Iroth Kepahang, Bendahara Ratna Br Hutagaol serta sejumlah panitia yang menggunakan busana etnik seperti Ny Debbie Joice Margaretha Rattu, Ny Perangin-angin/Duma Br Simamora, Minda Sari Br Barus, Selvi Nanlohy dan Ny Pangaribuan.

Dalam kompetisi yang didahului kebaktian dipimpin Pdt Johny A Lontoh tersebut, sejumlah artis dan musisi berdarah Maluku hadir seperti Jose Rizal Tatarang dan Deddy Terang Bulan. Selain itu, sejumlah konduktor profesional duduk di bangku penonton termasuk tokoh gereja seperti JA Ferdinandus, utusan dari PGI Medan di antaranya Ny Ance Simamora.

Selvi Iroth Kepahang mengatakan, kegiatan tak semata untuk mencari pemenang tapi muaranya adalah memuliakanNya lebih berkualitas dengan suara dan menebalkan iman kekristenan. "Peserta dinilai oleh juri profesional dan di luar intern GPIB untuk maksud menumbuhkan sportivitas," tambahnya.

Di perlombaan yang dikemas seperti pertunjukan itu, tim juri diketuai Lamhot Sihombing beranggotakan Sherly Simamora dan Theodora Sinaga. "Dengan juri yang mumpuni di bidangnya, seluruh peserta pun dibawa untuk saling sharing kualitas karena parameter penilaian dibagikan pada finalis," tambah Ny Debbie Joice Margaretha Rattu yang malam itu mengenakan busana etnik Simalungun nuansa ungu.

Lamhot Sihombing mengatakan, dari para penampil, masing-masing memiliki kualitas dan Pesparawi Pelkat PKP GPIB Mupel Se-Sumut - Aceh hendaknya dilembagakan hingga menjadi satu kalender tetap kompetisi. "Bisa jadi diharapkan dikembangkan dan memungkinkan denominasi gereja lain pun ikut," ujar pria yang meraih juara seriosa nasional tersebut.
Hingga berita disusun, dewan juri masih bersidang. (R9/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments