Jumat, 20 Sep 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Media Kaitkan UU Hukum Mati LGBT dengan Pewaris Kesultanan Brunei

Media Kaitkan UU Hukum Mati LGBT dengan Pewaris Kesultanan Brunei

admin Rabu, 10 April 2019 14:36 WIB
Pangeran Azim
Brunei Darussalam (SIB) -Dunia mengecam Undang-undang (UU) Syariah di Brunei Darussalam yang menghukum mati gay, lesbian, biseksual, transgender, pelaku sodomi dan pemerkosa. Secara bersamaan, media memberitakan anak kedua Sultan Brunei sebagai bagian dari komunitas LGBT. Pangeran Azim, putra penguasa kesultanan kecil kaya di utara Kalimantan tersebut, bersahabat dengan aktivis LGBT.

Pangeran berusia 36 tahun itu adalah pewaris tahta keempat kesultanan Brunei. Newsweek pada Rabu (3/4) menyoroti aktivitas Azim yang dekat dengan sejumlah gay. Azim dikenal sebagai produsen film yang gemar menggelar pesta mewah dengan para artis dan aktor papan atas Hollywood termasuk penyanyi pop dunia Michael Jackson dan diva pop dunia Mariah Carey.

Carey merupakan aktivis pro LGBT yang menuntut persamaan hak LGBT. Dalam satu acara bertajuk 'Gay and Lesbian Against Defamation', Carey berpose dengan pangeran Azim dalam acara jamuan makan malam pada tahun 2011 dan setahun kemudian menghadiri acara ulang tahun sang pangeran.

Carey peraih Grammy Award merupakan aktivis pro LGBT dalam acara GLAAD (Gay and Lesbian Against Deflamation), yang mennutut persamaan hak LGBT.

Azim pada tahun 2016 mengundang salah satu pemain ski yang gay, Gus Kenworthy bersama pasangannya Matthew Wilkas. Setahun kemudian dia bertemu Caitlyn Jenner, transgender. Belakangan Caitlyn menghapus fotonya bersama Azim dari akun Instagram.

Pangeran Azim menjadi sorotan lantaran Brunei yang dipimpin ayahnya, Sultan Hassanal Bolkiah, telah memberlakukan Undang-undang Syariah yang diprotes dunia internasional sebagai undang-undang yang melanggar prinsip dasar HAM dan barbar.

Dengan penerapan Undang-undang Syariah sejak 3 April 2019, lapor Tempo.co, pangeran Azim dikhawatirkan akan menjadi target dari peraturan itu karena aktivitasnya di komunitas LGBT.

Bagi komunitas LGBT di Brunei, Undang-undang Syariah yang baru merupakan ancaman. Khairul, seorang gay dari Brunei berujar, "Adalah sebuah ketakutan bagi komunitas kami dengan adanya hukuman syariah ini."

Berbagai kritik datang dari tokoh-tokoh ternama dunia. Joe Biden, mantan Wakil Presiden AS berujar, "Tidak ada alasan untuk mengampanyekan kebencian dan kebiadaban."

Ellen de Generes, presenter dan seorang lesbian mendukung boikot hotel Sultan Brunei.

Elton John, penyanyi terkenal dunia, menyatakan, menjadi yang dicintai adalah hak asasi manusia. Mereka ini menentang pemberlakuan Undang-Undang Syariah di Brunei Darussalam. (T/R10/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments