Jumat, 18 Okt 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Mandapot Pasaribu Ingin Seni Mossak Lestari Seiring Budaya Pop

Mandapot Pasaribu Ingin Seni Mossak Lestari Seiring Budaya Pop

admin Kamis, 19 September 2019 16:51 WIB
SIB/Dok
Mandapot Pasaribu - Novita Iriance Br Hutagalung.
Medan (SIB) -Mandapot Pasaribu inginkan penguatan kearifan lokal untuk memperkaya industri pariwisata. Warisan leluhur yang sempat dilakoninya adalah mossak. "Dulu waktu masih anak-anak, saya diajari mossak oleh almarhum bapak. Tak sekadar melakoni tapi sampai ke tingkat hampir mahir hingga dapat melakonkan dengan lilin hidup tak jatuh," ujarnya di Medan, Rabu (18/9), usai bersama unsur pimpinan Partai Perindo Sumut audiensi massal dengan Gubernur SU Edy Rahmayadi.

Mossak, sebagaimana dikar di Karo, adalah seni yang dalam terminologi seni bela diri Indonesia masuk kategori silat. Tetapi tak sekadar bergerak karena mossak terkait dengan seni yang sifatnya kebatinan, termasuk pengetahuan akan obat-obatan.
Kompleksitas yang diajarkan dalam mossak memosisikan tak semua individu mahir. "Saya merasa terberkati karena almarhum orangtua memilikinya dan mencoba menurunkannya. Bahkan, ia dapat mengobati terkait kebatinan," tambahnya.

Ia masih ingat dengan gerak dasar mossak, dalam posisi setengah jongkok dan kedua kaki kaki diangkat bergantian untuk kekokohan fisik. Dari sana bergerak sesuai kebutuhan seperti untuk bertahan, menyerang atau menangkis serangan. "Sekarang, sudah sangat sedikit yang paham. Saya pun sudah tak ingat seluruhnya. Tetapi, di era now, akan sangat baik memperkaya industri kreatif dengan menggali mossak," tambahnya.

Tatkala dikukuhkan sebagai anggota DPRD Sibolga dari Partai Perindo, pemikiran tersebut hendak dituangkan dalam maksud membangun daerah yang kaya seni budaya sebagai tempat akulturasi masyarakat dengan ragam latar belakang. "Menyukseskan pembangunan di Negeri Berbilang Kaum harus menghidupkan semua komponen pendukung yakni masyarakat," tambahnya.
***

Terlahir di Sigoring-goring, Kolang, Tapteng 4 Juli 1979 sebagai bungsu dari 9 bersaudara bungsu pasangan Kolang Kostan Pasaribu - Ny Matiur br Sianturi. Masa kecil yang indah terenggut ketika ayahnya yang Kepala SDN di Kolang dipanggilNya. "Kenangan indah dari bapak adalah ajarannya yang ketat serta disiplin soal adat budaya dan agama. Almarhum bapak seorang dan mahir bergitar dan mossak hingga dapat mengobati," kenangnya.

Orang yang dikasihinya tersebut menghadapNya tepat saat Mandapot Pasaribu mengambil ijazah SD. Oleh abangnya, Mayor Inf Aser Pasaribu, ia dibawa ke Medan untuk melanjut studi hingga melanjut ke Smpn 14 (sekarang SMPN 16 Jalan Karya) Medan dan Sma Methodist 8 Jalan KL Yos Sudarso Medan.

Abang dan itonya, Sortaria Br Pasaribu serta istri abangnya, N br Hutauruk dijadikan sebagai pengganti orangtuanya. Selain berkarier sebagai militer, abangnya sopir angkot jurusan Sukadono - Amplas. "Saya merasa berdosa bila melakukan sesuatu hal yang tidak disukai oleh mereka," kenangnya.

Setamat SMA, langsung kerja sebagai sekuriti di Clubstore dan pindah ke Maju Bersama Glugur. Ingin membalas budi orang-orang yang berjasa, ia bekerja di Coca Cola dan ditempatkan di Kabanjahe kemudian dipindah ke Sibolga.

Tahun 2008 menikahi Novita Iriance Br Hutagalung. Putri 'pembuka' Sobolga Tuanku Dorong itu menghadiahinya seorang buah hati, Gabriel Nathan Pasaribu. Ketika oleh perusahaan dipindah ke Nias, istrinya minta kembali ke kampung halaman. Konsekuensinya, harus resign dan uang pesangon dibelinya angkot.

Resmilah Mandapot Pasaribu berprofesi sebagai sopir angkot pintu belakang. Selain itu, ia pun jadi paralong-along di Jalan Mojopahit Sibolga. Menunaikan tanggung-jawab, ia membeli kapal butut dan terjun ke laut menangkap udang. Karena penghasilan kecil, kapal dialih fungsi menjadi pengumpul ikan busuk dari tengah laut.

Ia kembali ke darat menjadi sopir dan tinggal di Muara Pinang dengan bapauda J Nahampun (bapa Katun). Warga di daerah itulah yang menyarankannya untuk masuk politik dan mencoba peruntungan menjadi politisi dan mengantarkannya sebagai anggota legislatif.

Kini, perjalanan hidup yang penuh warna itu dimodifikasi Mandapot Pasaribu untuk mengangkat derajat warga Sibolga. (T/R9/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments