Rabu, 23 Jan 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Lestarikan Seni Etnik, Netinna Samosir Gali Kearifan Lokal untuk MemuliakanNya

Lestarikan Seni Etnik, Netinna Samosir Gali Kearifan Lokal untuk MemuliakanNya

admin Jumat, 11 Januari 2019 16:46 WIB
SIB/Oki Lenore

SENI ETNIK: Pdt Netinna Samosir STh MPsi (tengah) bersama pendeta dan istri DS GMI Wil 1 pada perayaan Natal dan Syukuran Tahun Baru 2019, Kamis (10/2) di Kompleks Kantor Pusat GMI Jalan Kartini Medan.

Medan (SIB) -Pdt Netinna Samosir STh MPsi memaknai Indonesia sebagai rumah bersama ragam komunitas etnik dengan melestarikan hal-hal terkait warisan leluhur. Ejawantah dari sikap itu, dalam tiap acara 'istimewa', pengurus PGI Sumut-Aceh tersebut mengenakan busana daerah, seperti pada perayaan Natal dan Syukuran Tahun Baru 2019, Kamis (10/2) di Kompleks Kantor Pusat GMI Jalan Kartini Medan.

Selain mengenakan busana etnik lengkap dengan pernak-pernik Simalungun, perempuan familiar itu pun belajar tari-tarian mendukung nyanyian dari etnik yang berfilosofi Habonaron do Bona tersebut. "Gerakannya berdasarkan gemulai yang berumber dari soul, dengan perasaan maksimal," ujarnya sambil menirukan gerak khas Simalungun.

Meski mengaku belajar tapi ia mampu mencontohkan gerak dinamis pada sejumlah istri Pimpinan Distrik GMI Sewilayah I. Ketika dalam ibadah sejumlah kidung mengadopsi tata kebaktian Simalungun, Pdt Netinna Samosir pun melakukannya dengan sempurna, seperti pada Mandoding No 63:1+3 untuk bait 'Malas NI Uhur Banggal' plus 'Donna Jumpah Use Ari Pesta 1'.

Saat tampil ke podium untuk berkidung bersama grup choir, ia larut dalam litani sebagai media untuk penyerahan hati. Mengenai upaya pelestarian warisan leluhur dalam kaitan menggali kearifan lokal untuk memuliakanNya, Pdt Netinna Samosir mengatakan bahwa setiap suku bangsa di dunia memiliki tata ibadah, bahasa dan kekayaan budaya. "Gereja Methodist adalah bagian dari suku bangsa di dunia. Itulah sebabnya melestarikan warisan leluhur sebagai satu karuaniaNya," sebutnya ketika menjamu Dr Rosiany Hutagalung MMin dan suami, usahawan parepart mobil Darmadi dan nyonya dari Perbaungan, Kepala SMA Methodist Tanjungmorawa-Deliserdang, Kepala SMA Methodist Binjai Drs Robert dan YouTuber Karnadi Lim yang baru kembali dari India.

Tentang nyanyian dan kidung etnik yang dimaksudkan memuliakan Sang Pencipta, sesuai Injil ada banyak jenis puji-pujian yang memberi kekuatan. Seperti 1 Tawarikh 16:9 yang berisi 'Bernyanyilah bagiNya, bermazmurlah bagiNya, percakapkanlah segala perbuatanNya yang ajaib!'

Di tempat yang sama, Pdt Bennet Sihombing STh MTh mengatakan, jemaat Methodist terdiri dari seluruh puak dan suku. Dengan memahami adat-istiadat dan seni maka makna dari nats Injil dalam disampaikan dengan maksimal. "Kebaktian inkulturatif pun menjadi bagian dari memuliakanNya," tutupnya didampingi Ls Drs Naurat Silalahi. (T/R10/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments