Selasa, 20 Agu 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Lagu Profetik Magdalena Manurung untuk Ajakan Mengasihi

Lagu Profetik Magdalena Manurung untuk Ajakan Mengasihi

admin Rabu, 06 Februari 2019 21:48 WIB
SIB/Dok
KIDUNG PUJIAN: Magdalena Manurung (paling kanan) bersama Pnt James Ganda Sormin, Delima Lumbantobing, artis senior Arlen Lumbantobing dari Pematangsiantar dan saksofonis Boyke Simanjuntak serta Erick Sibarani, Sabtu (2/2) di Kompleks Royal Sumatra Cluster Topaz Medan di tengah Syukuran Awal Tahun KCY IAFEN.
Medan (SIB) -Magdalena Manurung SE menyenandungkan ragam lagu pujian. Sebagai worship leader ia merasa masih harus menambah koleksi dan paham genre lainnya. Di antara perbendaharaan kidung pujian, ada yang beraroma profetik yakni 'Yesus Jawaban Hidupku'. "Kidung tersebut, semakin sempurna dipadukan dengan nats 'Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku'," sebutnya sambil mengulang Mazmur 23:1 tersebut.

Melalui nats tersebut, sejumlah muzizat dialaminya. Ada 2 keajaiban besar yang terkait nyawa dialaminya. Mulai dari hampir kehilangan suami hingga nyawanya terselamatkan. "Saya yakin dengan kekuatan nats dan kidung, yang memberi sifat profetik bagi orang yang percaya," tambahnya sambil mengatakan dengan pemahaman kasih padaNya maka secara refleks mengasihi sesama.

***
Lahir di Mambangmuda, Labuhanbatu pada 24 April 1963. Menimba ilmu di SDN 1 Bandarpulau dan berlanjut ke SMPN 1 Aekkanopan serta SMAN 4 Medan terus melanjut ke FE UHN. Sejak SMP aktif di organisasi kerohanian bahkan tak satu kegiatan gerejawi dilewatkan, termasuk sebagai penyelenggara perayaan yang sifatnya religi.

Tatkala menjalankan hari-hari penuh sukacita, ia dihadapkan pada cobaan. Suaminya, Robert Sihaan SH menderita penyakit yang tak diketahui jenisnya. Meski sudah dibawa berobat ke sejumlah tempat, hasilnya nihil.

Juni 2017, orang yang dikasihinya tiba-tiba koma akibat pendarahan di otak. Dalam kekalutan mengurus suami, kidung-kidung pujian terus dilantunkannya. Sebulan di ICCU, dokter menyimpulkan hendak operasi. Selesai operasi, sang suami langsung sembuh. "Total, sembuh total. Muzizat besar pertama dalam hidup saya," tuturnya.

Karena beroleh pengasihan dariNya, Magdalena Manurung semakin fokus padaNya. Tetapi, cobaan datang lagi. Sekelompok pemuda bermotor besar memburunya di Jalan Jenderal Gatot Subroto Medan. Ia ditabrak 4 kendaraan secara bergantian. "Saya tak tahu apa yang terjadi, tapi tak ada luka. Hanya lengan yang retak. Itu kan muzizatNya," ujarnya mengingat insiden yang menimpanya pada 29 Januari 2019. 'Hanya' beberapa kali berobat, sembuh. "Puji Tuhan, 'Yesus Jawaban Hidupku'," tegasnya sambil memastikan hidupnya hanya untuk melayaniNya.

Tekad tersebut membuatnya terpilih menjadi The Chairman Will Come Komunitas Cinta Yesus (KCY) IAFEN, meneruskan
pengabdian Pnt James Ganda Sormin SE yang fokus pada tur pengembalaan. "Dari nama KCY, seorang pribadi yang bergabung di dalamnya harus punya mental melayani dan berkorban," ujar mantan Kabag Audit Bank Tamara itu, Sabtu (2/2) di Kompleks Royal Sumatra Cluster Topaz Medan di tengah Syukuran Awal Tahun KCY Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi Nommensen (IAFEN).

Teguh hidup religius, dibawanya ke dalam adat istiadat. "Karena semua yang ada di bumi berasal dariNya," jelas pengurus STM Saroha Medan Baru dan Pengurus Parsadaan Pomparan Somba Debata (PPSD) Siahaan Boru Bere Ibebere Sumut tersebut. (T/R10/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments