Rabu, 18 Sep 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Lagu- lagu Nasionalisme Diminta Diputar untuk Filter Budaya Pop

Lagu- lagu Nasionalisme Diminta Diputar untuk Filter Budaya Pop

admin Sabtu, 07 September 2019 14:40 WIB
SIB/Dok
Nasionalisme : Kepala LPMP Afrizal Sihotang ST MSi bersama Head of Sales Greater Medan Horas Lubis mengapit perwakilan peserta XL Axiata Youth Leadership Camp (XYLC) 2019 di Kompleks LPMP Sumut di Medan, Jumat (6/9) yakni Wita Sania Agustin dari MAN 2 Langkat, Habib Pikri Nugraha Putra dari SMAN 1 Binjai, Greacea Elizabeth Zai dari SMAN 10 Medan dan M Alif Sulthan dari SMK 10 Medan. Memfilter budaya pop perlu menyanyikan dan mengamalkan syair lagu nasionalisme.
Medan (SIB) -Kepala Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Afrizal Sihotang ST MSi meminta pada generasi muda untuk menyanyikan, menghapal, mengamalkan makna lagu-lagu nasionalisme. Cara itu untuk memfilterkan diri pribadi dari budaya pop yang menginfiltrasi kehidupan generasi milenial saat ini. "Coba nyanyi dan amalkan lagu 'Padamu Negeri' atau 'Bangun Pemuda Pemudi'.

Tidak dilarang paham budaya pop seperti KPop tapi kenali budayamu maka akan menjadi pribadi yang menjayakan bangsanya," ujarnya saat memberi sambutan di XL Axiata Youth Leadership Camp (XYLC) 2019 di Kompleks LPMP Sumut di Medan, Jumat (6/9).

Ia bahkan menyanyikan lagu nasionalisme tersebut. "Kehidupan yang serba digital memang membuat hidup semakin hidup tapi hidup itu dapat menjadi mati bila masih dijajah. Dijajah dari sisi idealisme keindonesiaan dan kebudayaan, misalnya," ujarnya.

Group Head XL Axiata West Region Francky Rinaldo Pakpahan yang disampaikan Head of Sales Greater Medan Horas Lubis mengatakan, tak gampang menjadi peserta XYLC 2019. "Peserta hanya 600 siswa setingkat SMA/SMK mengikuti program tahunan yang berasal dari sekitar 50 sekolah di Medan, Lubuk Pakam, Tanjung Morawa, Binjai, Banda Aceh, Dumai, Bengkulu dan beberapa kota lainnya. Artinya, dari sekian juta sekelas remaja, mereka yang punya kualitas yang boleh ikut. Karenanya, manfaatkan semaksimalnya," ujar pria familiar tersebut.

Ia membenarkan apa yang diutarakan Afrizal Sihotang bahwa generasi muda khususnya generasi milenial harus memiliki jati diri. Khusus XYLC 2019 menempa jati diri dari sisi kualitas digital. "Tetapi, yang dibangun dalam camp tersebut juga membangun dan membentuk karakter unggul. Bila pembentukan itu dapat, dipadukan dengan idalisme sebagai manusia Indonesia, maka sudah jempolan. Sekarang, bagaimana menjadi unggul dalam kompetisi global," ujar Horas Lubis.

Ia spesifik menunjuk kegiatan. Materi yang akan diajarkan dalam pelatihan selama 2 hari ke depan ini sangat penting dimiliki oleh semua pelajar karena bersifat pengetahuan dan keahlian yang paling urgen untuk mereka miliki guna menghadapi perubahan zaman di mana kita sedang dalam tahap memasuki era Revolusi Industri 4.0.

Pembukaan kegiatan ditandai pemberian rompi pada peserta yang diwakili Wita Sania Agustin dari MAN 2 Langkat, Habib Pikri Nugraha Putra dari SMAN 1 Binjai, Greacea Elizabeth Zai dari SMAN 10 Medan dan M Alif Sulthan dari SMKN 10 Medan. (Rel/R9/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments