Selasa, 17 Sep 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Lagu 'Pahompu Panggoaran' Satukan KB Daulat Manurung

Lagu 'Pahompu Panggoaran' Satukan KB Daulat Manurung

admin Selasa, 20 Agustus 2019 14:27 WIB
SIB/Dok
George Town (SIB) -'Pahompu Panggoaran' karya Daulat Manurung SMATT masih menjadi trending topic. Lagu yang digubah bersama Tagor Tampubolon itu di Agustus 2019 menjadi trend karena menyatukan keluarga besar (KB) si pengide lagu. "Puji Tuhan. Smoga menjadi awal yg baik utk mempersatukan tali kekeluargaan. Doa mengubah segala sesuatu yg hati keras menjadi lembut. Di balik kesusahan, Tuhan masih menyelipkan sukacita yg besar utk keluarga kami. God speed...kuasa Tuhan luar biasa terjadi di keluarga ini," tulis Herbert Sitorus di akun pribadinya pada 4 Agustus 2019 yang ditautkan pada Nora Pasaribu, Erwin Sitorus, Gandi Febraska Manurung, Louis Citra Manurung dan Nova Siahaan.

Saat itu, musisi etnik yang populer dengan panggilan Dading tersebut sedang sakit. Pria yang mengharumkan nama Sopo Badragaz ke sejumlah negara dunia itu sedang dirawat di rumah sakit di Medan. Dari sejumlah pembezuk, hadir anggota KB Dading yang selama ini 'terpisah'.

Dading kemudian dirujuk ke rumah sakit terkemuka di Malaysia. Dari George Town, Senin (19/8), musisi itu menuliskan rasa syukur karena doa yang menjadi inspirasi sejumlah lagu karyanya telah memberi banyak kasih. Satu di antaranya, keluarganya sudah bersatu.

Dalam bentuk fisik, 'Pahompu Panggoaran' dilantunkan Trio Lamtama. Lagu yang terdapat dalam album ke-23 trio populer itu menjadi unggulan di album luks tersebut. "Beda dengan lagu Lamtama Trio terdahulu, 'Pahompu Panggoaran' yang kami nyanyikan memiliki kekuatan lirik dan syair yang dapat mengundang air mata. Air mata sedih, haru dan bahagia bergabung jadi satu," ujar Nixon Simanjuntak, musisi dan personel trio yang memomulerkan lagu 'Anak Medan' tersebut.

Dading mengatakan, bakal lahir sejumlah lagu yang lebih bermakna kasih dan perdamaian menyusul sembuhnya dari penyakitnya tersebut.

Dading menciptakan lagu 'Pahompu Panggoaran' atas kisah nyata. "Pahompu saya lahir pada 7 Desember 2011 di RS Columbia Asia. Ompung pahompu yang kemudian diberi nama Pangeran Sitorus itu, menyambut dengan suka-cita karena kelahiran Pangeran mengubah namanya menjadi Opp si Pangeran Sitorus. Saya amati terus… hingga jadilah lagu tersebut lima hari usia Pangeran Sitorus," ujarnya sambil mengatakan Pangeran Sitorus adalah buah cinta pasangan Citra Manurung – Herbert Sitorus yang manajer di satu BUMN di Tanah Air. (T/R9/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments