Minggu, 15 Des 2019

Krisis Pengaruhi Pemilihan Miss Venezuela

admin Jumat, 21 Juni 2019 16:02 WIB
SIB/Dok
MISS UNIVERSE: Miss Venezuela Stefania Fernandez yang meraih gelar Miss Universe 2009.
Caracas (SIB) -Krisis politik yang menjelar ke krisis ekonomi di Venezuela memengaruhi proses pemilihan puteri kecantikan di negara Amerika Selatan itu. Selain pemilihan Miss Venezuela yang kini relatif digelar sederhana, pemilihan Mister Venezuela pun terimbas krisis. Meski demikian, kedua perhelatan tersebut, tetap dilakukan.

Media setempat, Rabu (19/6), memberitakan, pelaksanaan diadakan seefisien mungkin. Jika selama ini glamour, pelaksanaan cenderung sederhana. Tidak ada lagi gemerlap lampu dengan ribuan watt dan pentas lebar bertabur cahaya. Walau demikian, peserta tetap banyak meski tidak semeriah yang lalu-lalu.

Venezuela adalah negara dengan raihan terbanyak. Tahun 2018, Miss Universe 2018 diraih Catriona Gray dari Filipina dan Sthefany Gutierrez dari Venezuela yang menempati peringkat ketiga. Venezuela masih memroses utusan ke Miss Universe 2019 yang grandfinalnya dilaksanakan Agustus di Caracas.

Sudah ada tujuh perempuan asal Venezuela yang menjadi Miss Universe dan 6 yang menyabet gelar Miss World, hanya kalah satu gelar dibanding Amerika Serikat yang mendapatkan 8 gelar. Untuk 2019, ada warna yang berbeda ya ... itu tadi, karena krisis.

Contohnya Miss Cili Andrea Diaz yang juga tampil di Miss Universe 2018. Diaz adalah orang asli Venezuela tapi sejak tiga tahun berakhir pindah ke Cili bersama keluarganya. Alasan kenapa Venezuela tetap berpartisipasi dalam kontes perempuan tercantik sedunia karena wanita di negara tersebut tak dapat dipisahkan dari kecantikan.

Grand final Miss Venezuela, misalnya, jadi acara televisi paling dinanti. Pirsawan, lapor Liputan6.Com, mulai dari orangtua yang memiliki putri sampai perempuan remaja, teobsesi dengan kontes kecantikan sehingga muncul ratusan akademi kecantikan di Venezuela.

Untuk para pemenang maupun finalis, kesempatan untuk berkiprah di dunia hiburan sangat besar. Krisis ekonomi memang membuat sejumlah rumah produksi gulung tikar. Namun masih banyak kesempatan bisa didapatkan di negara lain.

Contohnya, beberapa finalis Miss Venezuela 2015 bekerja di luar negeri di antaranya di Meksiko, Kolombia, Turki dan bahkan India. Menjadi finalis, apalagi juara dan mengikuti ajang besar seperti Miss Universe, membuat banyak perempuan di Venezuela berlomba-lomba ingin menang.

Harapan utamanya, mereka bisa berkarier di luar negara mereka yang sedang mengalami krisis ekonomi. Hasilnya tak mengecewakan.

Kondisi itu sepertinya memisahkan perhelatan pemilihan Miss Venezuela terpisah dari ekonomi polisik, khususnya krisis di negara dimaksud. Suatu kali di awal 2018, sempat berembus kabar Venezuela tidak mengirim calon ke Miss Universe.

Media setempat pada Rabu, 21 Maret 2018, memublikasikan penundaan pemilihan. Penangguhan ini setelah muncul tuduhan masalah seksual dan korupsi di dunia maya.

Persoalan muncul setelah terjadinya penangkapan sejumlah orang terkait kasus korupsi di perusahaan minyak negara tersebut. Kontestan Miss Venezuela kemudian berkicau di media sosial dan menuduh beberapa wanita di kompetisi Miss Venezuela mengambil keuntungan atas korupsi pemerintah itu.

Komentar tersebut menjadi isu 'istimewa'. Warga yang berseberangan dengan pemerintah, membawa isu tersebut. Kalaupun ternyata ada keterlibatan orang-orang pada ajang Miss Venezuela, pihak penyelenggara akan melakukan peninjauan pelanggaran nilai dan etika kontes.

Venezuela hingga Juni 2019 sedang berjuang melawan hiper inflasi dan berusaha semaksimalnya memenuhi kebutuhan 32 juta jiwa warganya. (T/R9/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments