Jumat, 19 Jul 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Kidung Jelang Perjamuan Terakhir dari Musisi Etnik

Kidung Jelang Perjamuan Terakhir dari Musisi Etnik

admin Kamis, 18 April 2019 15:04 WIB
SIB/Dok
Keluarga musisi Daulat Manurung SMATT bersama keluarga inti serta tambahan anggota baru putri dari Ganda CR Manurung
Medan (SIB) -Keluarga musisi Daulat Manurung SMATT memiliki agenda tetap dalam pekan Paskah. Menjelang Perjamuan Terakhir diikuti perayaan Jumat Agung, musisi etnik itu merilis lagu daerah. Temanya mencerminkan persaudaraan sejati setelah ditebus oleh darahNya. "Saya, mengamalkan ajaran orangtua, harus menomorsatukan keluarga dalam memuliakanNya. Jadi, kami terus berkumpul. Mengisi kebersamaan dengan renungan dan doa-doa memuliakanNya," ujar pria yang ikut membidani kelahiran Sopo Badragaz dan memomulerkan grup bergenre Amerika Latin tersebut hingga ke mancanegara itu, Rabu (17/4), seusai menunaikan tanggung jawabnya sebagai konstituen.

Ia mengatakan, berkumpul dengan keluarga inti, sudah dirasakan sejak balita. "Dulu, saat orangtua masih hidup, kami berkumpul di rumah. Isinya berdoa bersama orangtua. Rasanya rinduuu kali ingin mengulanginya tapi tak mungkinlah karena orangtua sudah kembali ke rumah Bapa. Kami juga diajarkan orangtua untuk pasrah padaNya tapi optimistis menatap ke depan dalam lindunganNya," tambah pria yang populer di industri hiburan Indonesia dengan nama Dading Manurung tersebut.

Kebahagiaannya semakin genap karena mendapatkan anggota keluarga baru yakni cucu. Kehadiran cucu baru itu pun menjadi inspirasi menciptakan lagu.

Sama seperti ketika merilis lagu 'Pahompu Panggoaran', yang kemudian mengisi album ke-23 Trio Lamtama. Lirik dan syairnya dikerjakan Dading Manurung dan kemudian disempurnakan plus diaransir Tagor Tampubolon.

Lagu tersebut terilhami kelahiran cucunya pada 7 Desember 2011 di RS Columbia Asia. Kelahiran pewaris silsilah yang diberi nama Pangeran Sitorus itu mengubah namanya menjadi Opp si Pangeran Sitorus. "Prosesnya cepat. Saya merenung sambil menunggui putri saya bersalin. Jadilah lagu tersebut lima hari usia Pangeran Sitorus," ujarnya sambil mengatakan Pangeran Sitorus adalah buah cinta pasangan Citra Manurung Herbert Sitorus yang manajer di satu BUMN di Tanah Air.

Menyusul itu, putranya, Ganda CR Manurung, telah memberi tambahan anggota baru. "Prosesnya cukup panjang. Saya merasakan, sangat melelahkan. Berkat doa-doa, pahompu saya lahir dan sehat. Juga mendatangkan inspirasi," tambah Dading Manurung sambil bercerita tentang ibu si cucu yakni Br Siahaan yang sangat sabar. "Sabar itu tidak gampang, harus diikuti doa-doa dan usaha," simpulnya.

Sudah ada ide melahirkan karya etnik baru tapi karena fokus pada Pilpres dan Pileg 2019, semua tertunda. "Tapi sudah saya mulai dan disimpan di digital ini," ujarnya sambil menunjukkan HP tergolong old.

Dading mengatakan, kematianNya menyelamatkan manusia dan memberi kebahagiaan pada umat yang percaya padaNya. "Sebagai wujud syukur, manusia harus menyembahnya. Menyukuri semuanya. Amin," tutup pria yang menjadikan Hotel Menara Lexus Jalan Sisingamangaraja XII Medan sebagai rumah para pekerja seni etnik tersebut. (R9/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments