Selasa, 14 Jul 2020

Kidung Byzantin Pater Chrysostomos Manalu

Rabu, 06 Agustus 2014 12:35 WIB
Pater Dr Chrysostomos Manalu MTh bersama anak-anak di Pargambiran, Sumbul, Dairi
Dairi (SIB)- Salah seorang pimpinan Gereja Orthodox Yunani di Indonesia Pater Dr Chrysostomos Manalu MTh memaknai Agustus sebagai kekuatan besar.

Dari sisi nasionalisme, bulan kedelapan tersebut memiliki keistimewaan. Dari sisi kegerejaan, pada bulan ini tepatnya 6 Agustus, Gereja Orthodox memeringati Hari Pemuliaan Yesus yang dulu dilakukan di Gunung Tabor. Saat bersamaan, hingga 15 Agustus, memeringati Hari Bunda Maria.

 Menekankan pembinaan dan pengekakalan iman kekudusan, Pater merangkul lebih banyak anak-anak seperti dilakukannya di Gereja Orthodox Sumbul Dairi. “Dalam tradisi, lagu pujian di Gereja Orthodox sudah ada pakemnya yang sesuai dengan makna peringatan,” ujarnya sambil menjelaskan kidung yang dialunkan hanya dinyanyikan dengan vokal saja, tidak memiliki elemen konstruksi musikal seperti harmoni, counterpunck.

Kidung Byzantin — yang biasanya dimengerti sebagai musik dari gereja dan telah digunakan sejak kekaisaran Byzantin (330-1453) — diperdengarkan tiap pagi untuk menyambut sang fajar yang diteruskan dengan liturgi suci. “Ritual seperti itu diaminkan kaum ortodoks (berasal dari kata ortho) yang artinya pengajaran dan doxa yang artinya sesuatu yang lurus,”  jelas pria yang pernah mengenyam pendidikan di Konstatinopel dan Athena serta kota lain di lingkup  Patriarchate Vicariate Orthodox tersebut.

Menurutnya, sama dengan di seluruh belahan dunia, Gereja Orthodox Indonesia mempertahankan tradisi setempat.

Itu sebabnya, meski terpisah dari ritus namun kearifan lokal menjadi bagian terpenting dari Gereja Orthodox. “Tradisi suci itu dapat dielaborasi dalam kegiatan inkulturatif,” cerita Pater sambil menunjukkan ajaran yang terkandung dari bunyi kidung-kidung dalam semangat spiritualitas. “Semangat menekankan pengudusan menjadi satu bagian dari kidung!” (r9/c)



T#gs Kidung
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments