Rabu, 23 Okt 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Juri The Voice Jerman Minta 'Tambo' dan Nangis Nilai Penyanyi Indonesia

Juri The Voice Jerman Minta 'Tambo' dan Nangis Nilai Penyanyi Indonesia

admin Senin, 16 September 2019 16:38 WIB
SIB/Dok
THE VOICE OF GERMANY: Juri The Voice of Germany 2019 Alice Merton minta 'tambo' dan menangis menyaksikan Claudia (kiri) saat audisi di babak Blind Audition ajang pencarian bakat di stasiun televisi Jerman.
Berlin (SIB) -Claudia Emmanuela Santoso masuk ke babak Blind Auditions The Voice Jerman pada Jumat (13/9). Penyanyi asal Cirebon, Indonesia yang pernah masuk final di Mamamia Indonesia tersebut memesona juri.

Kuartet judges kompak menekan tombol 'I Want You'. Artinya, keempatnya ingin menjadikan bintang muda yang kuliah di Jerman itu sebagai bagian timnya. Belum siap menitikkan air mata bahagia, Alice Merton minta 'tambo' agar 'Never Enough' yang merupakan soundtrack film 'The Greatest Showman' dibawakan lagi.

Mengulang lagu yang pertama kali dipopulerkan Loren Allred, Claudia makin semangat hingga Alice menitikkan air mata.

Setelah menyelesaikan lagu, Alice maju ke depan dan memeluk Claudia. Di kanal Youtube The Voice of Germany yang diunggah pada 12 September 2019, ribuan pujian diberikan pada Claudia. Hingga Sabtu (14/9), video tersebut disaksikan 3.262.693 kali. Sampai Minggu, tayangan dimaksud menuju 4 juta kali disaksikan.

Claudia mengenakan gaun beludru warna merah jambu selutut dengan rambut sepinggang yang dibiarkan tergerai. Tiga juri lain yakni Mark, Sido dan Rea ingin mengajak Claudia dalam timnya tapi perempuan yang disapa dekat Audy tersebut memilih Alice sebagai mentornya.

Datang ke Jerman, Audy ingin kuliah. Kanal The Voice of Germany menjelaskan, perempuan 18 tahun datang seorang diri dari Indonesia ke Jerman untuk belajar. "Malam ini, ia menciptakan momen spesial dengan menyanyikan lagu The Greatest Showman Cast, 'Never enough' dengan versinya sendiri. penonton dan juri benar-benar terpana!" isi keterangan dalam video tersebut.

Saat audisi, tampak juga keluarga di Indonesia tengah mendukungnya secara langsung lewat video call.

Ke Jerman, Audy memang ingin kuliah tapi karena faktor bahasa, ia tidak langsung diterima karena harus belajar bahasa dulu, Studien Kolleg itu semacam penyetaraan. Audy sudah diterima Studien Kolleg tapi satu tahun ke depan baru boleh masuk kampus.

Mengisi kekosongan, ia ikut audisi. Ketika tim audisi Jerman menelepon, ia tak percaya dinyatakan lolos. Kawan sekos menyemangatinya dan bertanding hanya didukung tiga orang.

Banyak yang berharap, Audy mengikuti jejak karir Sandy Sandoro yang pernah sama-sama lolos audisi musik di Jerman dan memulai karir sebagai musisi di negeri orang. (T/R9/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments