Selasa, 21 Jan 2020
  • Home
  • Hiburan
  • Jhon Tulus Sitompul Tetap Fokus Lestarikan Karya Maestro Seni Batak

Jhon Tulus Sitompul Tetap Fokus Lestarikan Karya Maestro Seni Batak

redaksisib Rabu, 15 Januari 2020 19:14 WIB
SIB/Dok
Jhon Tulus Sitompul
Kuala Lumpur (SIB)
Jhon Tulus Sitompul masih menjalani perobatan intensif di rumah sakit terkemuka di Kuala Lumpur. Meski fokus penyembuhan, namun penggiat seni etnik khususnya Batak itu, terus mengikuti perkembangan Komite Independen Batak (KIB) yang sedang menabulasi tokoh etnik Tanah Air. "Terima kasih atas doa-doa dan penyemangat dari para relawan Bangso Batak untuk kesembuhan saya," tulisnya di WAG pada Senin (13/1). "Kiranya KIB menjadi pengerat persatuan dan kesatuan Bangso Batak dan ke depannya mendapatkan tokoh-tokoh mumpuni untuk kejayaan NKRI," lanjutnya.

Sebelum meninggalkan Tanah Air, Jhon Tulus Sitompul menjadi panitia seminar nasional mengenai Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII yang menghadirkan tokoh-tokoh nasional. Pertemuan ilmiah tersebut menghasilkan keputusan akan menggarap film kolosal tentang Pahlawan Nasional dari Tapanuli, melibatkan produser Agustinus Sitorus.

Digagas Ketua KIB Capt Tagor Aruan, Agustinus Sitorus melahirkan ide agar film yang dikerjakan tak sekadar film sejarah tapi sekelas biopik global hingga dapat dinikmati publik dunia. "Dilibatkan pihak keluarga Raja Sisingamangaraja yang terwadah dalam Forum Raja Sisingamangaraja," tambah Capt Tagor Aruan didampingi Sekretaris Maslen Sinaga SSos MSi, Susianna br Simanjuntak SH MKn dan Elly Haryanto br Sinaga.

Berbagi tugas merealisir ide-ide brilian tersebut, Jhon Tulus Sitompul merangkul anak-anak muda idealis guna mengeksekusi kerja besar. Satu di antaranya dengan melestarikan seni etnik. "Generasi muda Batak pun harus melestarikan warisan nonbenda seperti lagu-lagu etnik yang sudah terkenal di manca negara. Misalnya karya Guru Sidik Sitompul yang populer dengan nama S Dis," ceritanya.

Komponis kelahiran Pahae tersebut melahirkan lagu-lagu yang melegenda. Memublikasi tempat kelahiran, terciptalah 'Luat Pahae' yang melukiskan keindahan desa tersebut.

Jhon Tulus Sitompul berharap, kerja idealis yang bersentuhan langsung dengan etnik melibatkan lebih banyak orang-orang muda. "Idealnya melibatkan seluruh orang muda dari seluruh marga," usulnya sambil memastikan, akan semakin aktif bila nanti kembali di Tanah Air. (T/R9/q)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments