Kamis, 18 Jul 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Hollywood Tinggalkan Georgia Pasca Larangan Aborsi

Hollywood Tinggalkan Georgia Pasca Larangan Aborsi

admin Selasa, 14 Mei 2019 18:01 WIB
Ilustrasi
Georgia (SIB) -Sineas Bollywood meninggalkan Georgia pasca negara bagian di AS tersebut memberlakukan larangan aborsi. Sebelumnya, Georgia menjadi lokasi syuting film favorit produser Hollywood. Lebih dari 450 film diproduksi di wilayah yang memberlakukan pajak rendah tersebut. Hasilnya 2,7 miliar dolar diinvestasikan di industri film di negara bagian berlambang buah persik itu.

Sebagaimana diketahui, Georgia meloloskan undang-undang yang melarang aborsi. Kebijakan itu mendapat tantangan dari sejumlah selebiritis Hollywood. Sejumlah pesohor mengancam tidak ingin bekerja di Georgia. Mereka di antaranya Alyssa Milano, Alec Baldwin, Don Cheadle, Ben Stiller, Mia Farrow sampai Amy Schumer.

Tetapi Gubernur Brian Kemp tetap menandatangani peraturan itu untuk diloloskan menjadi aturan pada Selasa (7/5). Keputusan tersebut nyaris langkah final, meski di pengadilan aturan masih bisa berubah. Jika tidak ada perubahan, aturan akan mulai berlaku efektif per 1 Januari 2020.

Aturan itu melarang aborsi dengan batas enam minggu, ketika bayi dalam kandungan sudah memiliki detak jantung yang bisa didengar lewat ultrasonografi. Itu rupanya membuat geram sebagian kalangan perempuan, yang merasa tidak diberi pilihan jika tak boleh aborsi.

Para pemrotes peraturan menilai seharusnya perempuan diberi hak untuk menentukan nasib tubuhnya sendiri.

Sebelumnya, Georgia jadi lokai terbaik dalam industri perfilman dunia. Sejumlah film laris seperti 'Black Panther', 'Avengers: Infinity War', 'Avengers: Endgame' syuting di sana. Tak heran ia disebut 'rumah' bagi Avengers. Selain itu, serial televisi 'Stranger Things' dan 'The Walking Dead' juga syuting di sana.

Beberapa rumah produksi independen bahkan menandatangani petisi untuk memboikot Georgia.

"Saya tidak bisa meminta perempuan mana pun dari produksi film apa pun di mana saya terlibat untuk memarjinalisasi diri mereka atau berkompromi terhadap kewenangan yang teralienasi terhadap tubuh mereka sendiri," kata David Simon, penggagas serial 'The Wire'.

CEO Killer Films Christine Vachon berkomentar, "Killer Films tidak akan lagi memikirkan Georgia sebagai lokasi syuting yang bergairah sempai aturan yang konyol ini dibatalkan."

Mark Duplas, seorang aktor yang juga produser bahkan mengimbau dengan tegas. "Jangan serahkan bisnis Anda pada Georgia," tulisnya.

Organisasi tempat para penulis naskah bernaung, The Writers Guild of America mengunggah surat terbuka yang menulis bahwa Georgia akan menjadi tempat yang "tidak ramah bagi orang yang bekerja di industri perfilman dan pertelevisian."

Chris Ortman juru bicara Motion Picture Association belum melakukan langkah apa pun. Ia hanya mengeluarkan pernyataan bahwa pihaknya akan memantau perkembangan, mengingat Georgia sangat bergantung pada industri film. "Penting diingat, bahwa legislasi serupa sudah diupayakan di negara bagian lain, dan entah itu ditentang di pengadilan atau menghadapi banyak protes. Di Georgia hasilnya seperti apa, juga akan terlihat melalui proses hukum," tulisnya seperti disiarkan CNNIndonesia.com, Senin (12/5).

Sutradara JJ Abrams dan Jordan Peele mengaku tetap akan syuting di Georgia, namun menyerahkan hasilnya untuk kelompok yang menentang aturan soal aborsi.

Georgia satu dari beberapa negara bagian di Amerika Serikat yang meloloskan aturan soal aborsi. Kentucky sudah lebih dahulu melakukannya, namun aturan itu 'mental' di pengadilan. Mississippi meloloskan aturan itu per Maret lalu dan berlaku mulai Juli 2019. Ohio meloloskannya, namun gubernur menggunakan hak veto untuk menghentikannya pada 2016. (T/R9/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments