Senin, 21 Okt 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Henry Sitompul Antarkan PS Tunanetra Raih Champion di 4St NSICC

Henry Sitompul Antarkan PS Tunanetra Raih Champion di 4St NSICC

admin Senin, 16 September 2019 16:36 WIB
SIB/Dok
JAWARA : Pelatih PS Yapentra Henry Sitompul (paling kiri) bersama juri internasional di 4th North Sumatra International Choir Competition 2019 yang memosisikan paduan suara menjadi jawara, MC Boy deFretes dan pihak terkait penyemangat choir di antaranya Merry Simanungkalit.
Parapat (SIB) -Perhelatan 4th North Sumatra International Choir Competition 2019 menghasilkan hal luar biasa. Juri memutuskan Paduan Suara (PS) Yayasan Pendidikan Tunanetra (Yapentra) Tanjungmorawa - Deliserdang menjadi pemenang di kategori Musica Sacra.

Pelatihnya, Henry Doharlan Sitompul dan Hendra Fischer Lingga, berucap syukur. "Kerja lelah terbayarkan," tulis pria yang mengantarkan Angelus Paulo Children Choir Kabanjahe meraih gold medal di Penabur International Competition Choir Jakarta.

Sabtu (14/9), PS Yapentra tampil di Gereja GKPI Medan Kota Jalan Sriwijaya Medan. Hanya dua lagu tapi memesona massa. Di acara terkait HUT GKPI itu ada Nania Idol dan sejumlah PS. 'Tuhan Berapa Lama' karya Pontas Silaban dan 'Pada Siapakah Aku Harus Takut' ciptaan Bonar Gultom mengundang haru.

Ada yang menitikkan air mata tapi ikut bergembira ketika membawa lagu kedua. Di 4St NSICC, juri Aida Swenson Simanjuntak, menitikkan air mata. Meski menilai, ia merekam PS yang dijurinya sejak awal hingga akhir. "Kami bersyukur. Bukan soal kemenangan itu, tapi menunjukkan kuasaNya pada dunia bahwa orang yang berkebutuhan khusus memiliki talenta maksimal dalam memuliakanNya," ujar Henry Sitompul.

Sama seperti yang diutarakan Hendra Fisher, ia mengaku begitu lelah dan mencurahkan seluruh cintanya saat melatih PS Yapentra. Meski kadang emosinya tak terbendung. "Saya kalau melatih, tetap mengandalkanNya. Saya tahu mereka tidak dapat melihat, tapi hatinya memiliki ketajaman melebihi pandangan kita," tambahnya didampingi Rita, Lasma Uhur Purba dan Merry Simanungkalit yang juga terlibat memoles PS Yapentra. "Kami bersyukur Direktur Yapentra Jabes Silaban memberi dukungan penuh dan maksimal hingga cita-cita mereka yang berkebutuhan khusus dapat diraih!"

Setelah meraih terbaik di antara yang baik, Henry ingin membawa adik-adik asuhnya berprestasi di tingkat global. "Kalau potensi, tidak kalah tapi kendalanya di biaya. Ke luar negeri, misalnya, butuh biaya tak sedikit. Bukankah lebih bagus untuk membina mereka," tanyanya. "Adik-adik di Yapentra itu butuh biaya tak sedikit untuk kehidupannya!"
***

Lahir di Medan pada 25 Juni 1966 sebagai putra pasangan MP Sitompul - Ny Dameria Br Nainggolan. Menimba ilmu di SD dan SMP Methodist 1 Medan dan berlanjut ke SMA Immanuel. Ia ditempah dekat dengan firman dan ajaran yang berdisiplin.

Saat itu semangat kompetisi terpatri serta ikut audisi di stasiun televisi dan banyak lomba. Henry bergabung dengan Remaja dan Pemuda GKPI. Saat masih belia itu ia sangat dekat dengan lagu-lagu 'berat' seperti karya Drs Bonar Gultom.

Tahun 1990 bergabung dengan Yapentra namun karena berkarier di tempat lain, sempat keluar dan tahun 2018 kembali ke habitatnya dengan melatih dua kali seminggu personel PS Yapentra yang terbagi dalam tiga kelompok yakni A, B dan C.

Berlomba di 4St NSICC, Henry dan Hendra menurunkan 28 personel dengan komposisi 7 sopran, 6 tennor, 6 alto, 8 bas. "Mereka dilatih dengan mencontohkan suara kami karena tak dapat membaca not. Setelah menghapal, lalu dipadukan," kenangnya soal nada kosong dengan mengandalkan ketukan saat melatih.

Obsesi Henry ke depan ingin menggelar show tunggal PS Yapentra. "Tahun depan Yapentra genap 44 tahun. Kiranya impian bikin pertunjukan, terkabul. Kami mengharap dukungan semua pihak dan campur tanganNya. Amin," tutup Henry Sitompul. (T/R9/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments