Jumat, 19 Jul 2019

GMTS Indonesia Revitalisasi Seni Etnik

admin Selasa, 09 Juli 2019 13:13 WIB
SIB/Dok
Generasi Muda Sijabat: Generasi Muda Sijabat di antaranya Panitia St Peber Sijabat, Aldes Feriwari Sijabat, Benhur P Sijabat, Joseph Sijabat bersama Dewan Pembina PPTS Indonesia Sahala Sijabat, Ketua Umum Ir Robinson Sijabat MSc, Ketua Panitia Pelaksana Rakernas PPTS Se-Indonesia Jayhut Sijabat di Medan, Sabtu (6/7).
Medan (SIB) -Generasi Muda Toga Sijabat (GMTS) Indonesia siap melaksanakan amanat yang diembankan. Satu di antaranya adalah melestarikan warisan leluhur, baik benda maupun nonbenda seperti kesenian etnik. Bahkan, GMTS Indonesia memiliki formula tugas merevitalisasi seni etnik.

Demikian diutarakan pengurus GMTS St Peber Sijabat ST didampingi Aldes Feriwari Sijabat, Benhur P Sijabat, Joseph Sijabat dan unsur pengurus GMTS pasca Rapat kerja nasional (Rakernas) Punguan Pomparan Toga Sijabat (PPTS) Indonesia di Medan, Sabtu (6/7).

Sebelumnya, Rakernas melahirkan sejumlah keputusan penting baik intern maupun dalam kehidupan orang Batak. Di bona pasogit maupun yang telah menetap di seluruh Indonesia hingga luar negeri. "Untuk generasi muda PPTS Indonesia menegaskan dan menugaskan tentang upaya pelestarian warisan leluhur terkait seni budaya," papar Ketua Umum Ir Robinson Sijabat MSc didampingi unsur Dewan Pembina Sahala Sijabat, Ketua Panitia Pelaksana Rakernas PPTS Se-Indonesia Jayhut Sijabat.

Robinson Sijabat mengatakan, kelaurga besar Sijabat telah berkembang ke seluruh pelosok dan mengikuti adat-istiadat di mana berada. Seperti di wilayah Simalungun, Karo, Pakpak dan puak Batak lainnya. "Tiap puak tersebut memiliki warisan budaya masing-masing. GMTS diharap melestarikan dalam kehidupan milenialnya dan seterusnya," tambahnya.

Ia menunjuk, warisan seni budaya tersebut tentunya merujuk pada apa yang berkembang dari asal mula Sijabat yakni di Lumban Sijabat, Ambarita, Samosir. "Tetapi, sesuai perkembangan, tiap zaman ada bauran yang harus berpijak pada budaya asli," tambah arsitek yang melahirkan banyak tatengger monumental tersebut.

Jayhut Sijabat menambahkan, sebagai bagian dari generasi muda Sijabat, pihaknya melihat kehidupan sosial budaya tiap etnik berhadapan dengan budaya pop dari luar. "Yang langsung datang atau invasi di era digital yang demikian kencang. Di situlah diperlukan peran generasi muda Sijabat," tambahnya.

St Peber Sijabat menegaskan, dalam melestarikan sesuai perkembangan zaman maka generasi muda Sijabat tetap berpegang pada akar budaya dan moral agama hingga Batak tak hilang di bumi sampai kapanpun. (Rel/R9/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments