Rabu, 23 Okt 2019

Filosofi Lagu-lagu Etnik Parohon Tambunan

admin Rabu, 18 September 2019 17:16 WIB
Parohon Tambunan
Medan (SIB) -Parohon Tambunan menghibur massa dalam Rapat Konsolidasi Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Daerah Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Sumatera Utara (SU) dan Se-SU di Medan, Selasa (17/9). Tetapi, pria yang berkarier terakhir sebagai Kepala Polisi Sektor di jajaran Poldasu itu tak ingin sembarang berdendang. "Saya ingin setiap langkah, jika boleh setiap napas, memberi nilai lebih pada sesama dalam memujiNya. Misalnya, memberi hiburan, yang positif," ujarnya.

Di kegiatan yang diikuti para calon anggota legislatif terpilih dari partai yang dipimpin Hary Tanoesoedibjo tersebut, pria yang terakhir berpangkat Komisaris Polisi itu membawakan 'Huhaholongi' dan 'Ajari Ma Au' dengan power memesona. Pitch tarikan suaranya pas. "Lagu itu punya filosofi agar menjaga rasa menjadi cinta dengan kasih untuk bersama orang tersayang," ujarnya. Ia menunjuk filosofi kehidupan orang Batak bukan cuma pajangan tapi harus tetap dijaga dan dipelihara serta dilestarikan. "Caranya dengan pengamalan hidup sehari-hari," tambahnya.

Ayah Devi dan Dien pernikahannya dengan Ny Srimaniar Br Sarumpaet itu mengaku, apa yang dilakonkannya merupakan ajaran orangtuanya dan sandarannya padaNya. "Agama dan adat kan sejalan. Ketika masih aktif di polisi, saya terus menekankan hal itu agar masyarakat berjalan di relNya. Jika sudah demikian, pasti tidak menyalahi hukum positif di Indonesia tercinta."
***

Parohon Tambunan terlahir di Hutanabolon, Tapteng 27 April 1960 sebagai putra pasangan Sakti Tambunan - Nurpalina Silitonga. Menimba pendidikan SD dan SMP di Hutanabolon dan SMA di Sibolga. Karena ingin menjadi pelayan masyarakat, menjadi polisi. "Inginnya sih menjadi pendeta tapi saya takut, ucapan saya tidak sesuai dengan perbuatan. Jadi polisi kan terikat dengan peraturan kepolisian, NKRI dan agama serta terus dituntunNya," ujarnya.

Pengabdiannya dijalankan di seluruh wilayah di Sumut dan menyelesaikan pendidikan hukum di Universitas Labuhanbatu. Landasannya mengabdinya terinspirasi Jenderal Polisi Drs Hoegeng Iman Santoso dan Jenderal Polisi Prof Dr Awaloeddin Djamin MPA PhD.

Purna bakti dari polisi, ia menjadi politisi Partai Perindo dan di Pileg 2019 terpilih menjadi anggota legislatif Tapanuli Tengah. (R9/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments