Sabtu, 07 Des 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Endang Panjaitan Membahanakan ˋThe Messiah Hallelujahˊ Via Solfeggio Choirpositif

Endang Panjaitan Membahanakan ˋThe Messiah Hallelujahˊ Via Solfeggio Choirpositif

Admin Senin, 24 Desember 2018 12:31 WIB
SIB/Dok
Medan (SIB) -Sejumlah kidung berkumandang di perayaan Natal Keluarga Besar DPRD Sumut di Danau Toba Convention Center Medan, Jumat (21/12). Dari genre pop di luar penyembahan, Erick Sihotang, Melody Sister dan Lamhot Sihombing menghibur publik. Puncaknya ketika 'The Messiah Hallelujah' atau yang populer 'Great Hallelujah' membahana. Pembawanya adalah Solfeggio Choir.

Paduan Suara dari Unimed Medan itu membawakan dengan gempita dikonduktori Endang Marlyna Panjaitan SE MM Ak. Uniknya, memimpin choir yang berulang kali mengharumkan nama Indonesia di skala global, istri Ketua Panitia Perayaan Natal DPRDSU Sutrisno Pangaribuan itu mengenakan busana etnik Mandailing lengkap dengan seluruh pernak-pernik termasuk mahkota yang memperindah tubuhnya yang dibalut kebaya tradisional. "Dadakan. Ini kolaborasi istimewa demi untuk memuliakanNya," ujar bankir itu, yang sebelumnya naik ke podium untuk mengisi Liturgi.

'The Messiah - Hallelujah' ciptaan George Frideric Handel adalah lagu 'sulit'. Selain dinyanyikan harus dengan power juga pembagian suara dari massa yang maksimal. Butuh persiapan spesial agar lagu yang diciptakan pada 1741 itu maksimal. "Menghormati hasil karya libretto yang diambil dari Alkitab, berdasarkan kehidupan Yesus Kristus, punya kebahagian tersendiri," ujar Endang.

Menjadi konduktor bukan pertama baginya, tapi itu sudah 'ditinggalkannya' lebih sedasa warsa lalu. Saat di SMAN 1 Medan, ia menjadi pemimpin paduan suara di sekolah tersebut. Sama halnya tatkala menuntun ilmu di USU dan Bank BNI, Endang menjadi pengarah paduan suara. Tetapi membawakan 'The Messiah - Hallelujah' di hadapan para penyanyi, termasuk choir dari sejumlah institusi, butuh kesiapan sendiri. "Grogi ketika tiba-tiba diminta memimpin kolaborasi berisi choir profesional dan pengisi acara. Melangkah, lalu mainkan," ujar sang konduktor. Ketika aplaus diberikan, ia baru ngeh bahwa massa mengapresiasi positif.

Sesuai orisinal, 'The Messiah - Hallelujah' lengkap 260 halaman oratorio yang disusun hanya dalam 24 hari dandimulai pada 22 Agustus 1741. Handel menyelesaikan orkestrasi terakhir pada 14 September 1741. "Lagu itu tidak akan berakhir. Sama seperti karyaNya untuk menyelamatkan manusia," sambut Endang. (T/R10/c)
Editor: Admin

T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments