Jumat, 20 Sep 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Dikunjungi Artis, Korban Penganiayaan Minta Wajahnya Jangan Disamarkan

Dikunjungi Artis, Korban Penganiayaan Minta Wajahnya Jangan Disamarkan

admin Kamis, 11 April 2019 19:50 WIB
Pontianak (SIB) -Audrey dikunjungi artis. Siswi SMP di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) itu minta wajahnya jangan disamarkan sebagai bukti pribadinya kuat menghadapi insiden.

Rabu (10/4), Ifan mengunggah fotonya dengan Audrey di RS Promedika Pontianak. Vokalis band Seventeen itu minta Audrey kuat. "InsyaAllah om Ifan bantu buat kakak-kakak yang nakal (para pelaku) ke Audrey, biar mendapatkan hukuman yang seadil-adilnya," jelas pria yang kehilangan istri akibat tsunami di Pandeglang Jawa Barat jelang 2019 tersebut.

Selain Ifan, puluhan artis menunjukkan simpati. Awkarin, misalnya, sedang dalam perjalanan membezuk Audrey. "Doakan ya, aku akan memperjuangkan hak Audrey dan hak asasi wanita," tulis seleb itu.

Hannah Alrashid membela Audrey dan minta pada yang berwajib menuntaskan kasus Audrey. "Menuntut negara hadir memenuhi hak pemulihan bagi Audrey. Menuntut kepolisian mengadili pelaku sesuai hukum berlaku, melakukan rehabilitasi sebagai individu di bawah umur agar tak melakukan kekerasan lagi di kemudian hari," tulisnya seperti disiarkan CNNIndonesia.com.

Emosi tak bisa ditahan oleh musisi Jerinx 'Superman Is Dead' yang melihat unggahan video para pelaku perundungan terhadap Audrey yang tak menunjukkan rasa bersalah saat dibawa ke kantor polisi. Jerinx pun menyumpah para pelaku tersebut dalam unggahan tersebut. "Ignorant spoilt brats will burn!" kata Jerinx.

Anggun C Sasmi ikut berkomentar dan mengunggah foto dukungan untuk Audrey. Anggun mengatakan masyarakat kini mesti belajar berempati dan tidak menganggap keberingasan remaja sebagai hal yang normal. "Sudah saatnya kita belajar tentang empati. Para pelaku masih remaja tapi keberingasan mereka menunjukkan bahwa kejahatan yang dibiarkan akan dianggap normal. Semoga hukum di Indonesia akan memberi keadilan untuk Audrey dan hukuman terhadap para pelaku, siapapun mereka," tulis penyanyi Indonesia yang populer di Eropa dan Amerika tersebut.

Pesohor sekaligus aktivis sosial dan lingkungan Melanie Subono ikut bersuara. Namun tak seperti kebanyakan netizen yang mengunggah poster bertuliskan #JusticeforAudrey, Melanie justru menyatakan pendapat yang berbeda.

Menurut Melanie, kasus perundungan yang terjadi pada Audrey juga terjadi dalam keseharian dan di lingkungan terdekat. Justru, kampanye anti perundungan menurut Melanie adalah hal yang mesti dilakukan saat ini alih-alih sekadar unggah poster. "Tidak posting poster yang sama bukan berarti tidak mengawal kasus .... Sementara waktu, sudahkah kalian STOP bullying di tetangga kalian? atau masihkah kalian terlibat produksi sinetron dll yang juga nayangin Bully?? Pernah di bayangkan rasanya jadi Audrey yang jadi tontonan sekarang ini?" kata Melanie.

Sebagaimana diberitakan, Audrey dikeroyok oleh tiga siswi SMA yang dibantu oleh sembilan siswi lainnya dari berbagai sekolah di Pontianak karena masalah asmara dan saling komentar di media sosial.

Para pelaku menjemput Audrey di rumahnya pada 29 Maret. Korban kemudian di bawa ke Jalan Sulawesi dan dianiaya di sana. Korban kembali dianiaya di Taman Akcaya.

Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah Kalbar, Eka Nurhayati Ishak mengatakan berdasarkan aduan dari korban yang didampingi langsung oleh ibunya, korban mengalami kekerasan fisik dan psikis, seperti ditendang, dipukul, diseret sampai kepalanya dibenturkan ke aspal. (T/Ant/R10/h)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments