Selasa, 10 Des 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Dewan Kesenian Tak Setuju Penghentian Paksa Pemutaran 'Kucumbu Tubuh Indahku'

Dewan Kesenian Tak Setuju Penghentian Paksa Pemutaran 'Kucumbu Tubuh Indahku'

redaksi Kamis, 14 November 2019 14:42 WIB
Kabar news
Ilustrasi

Lampung (SIB)
Dewan Kesenian Lampung (DKL) meminta organisasi kemasyarakatan (Ormas) keagamaan yang menghentikan paksa pemutaran 'Kucumbu Tubuh Indahku' untuk mempelajari dahulu konteks film tersebut.


Pengurus DKL Hermanyah GA mengatakan, film adalah bagian dari seni. Sehingga, dalam pemutaran film yang beroleh nominasi terbanyak di FFI 2019 oleh Klub Nonton, Selasa (12/11) di Gedung DKL adalah mengedepankan keseniannya.


Herman meminta agar ormas keagamaan itu untuk mempelajari terlebih dahulu film ini. Sehingga tidak mengarah kepada pornografi dan LGBT serta sebagainya. "Kalau mereka sudah mempelajari film ini baru bisa mengambil sikap. Tetapi kalau belum mempelajari bagaimana bisa tahu," katanya seperti disiarkan Kompas.Com, Rabu (13/11).


Pemutaran film karya Garin Nugroho di Bandar Lampung dihentikan paksa oleh ormas keagamaan saat film sedang berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB.


Hermansyah menambahkan, judul film tersebut memang seperti clik bait atau menarik. Namun, inti film yang mewakili Indonesia di Piala Oscar 2020 itu adalah tentang gerak menari menggunakan tubuh. "Sebenarnya gerakan tubuh itu ekspresi yang indah sehingga film ini masuk nominasi Oscar. Jadi film ini betul-betul luar biasa," jelasnya.


Perwakilan ormas keagamaan, Fuad mengatakan, pihaknya bersepakat tidak ada lagi pemutaran film yang melanggar asusila di Kota Bandar Lampung maupun di Provinsi Lampung. "Yang perlu diketahui bawasannya film yang sedang diputar ini sudah jauh melanggar dari pada asusila. Dalam undang-undang juga ditekankan apalagi dalam agama. Hal itu tidak boleh dan Allah melarang yang namanya itu LGBT," katanya.


Fuad mengaku belum pernah menonton ataupun mengkaji film tersebut. Dia beralasan datang ke lokasi pemutaran film untuk bertabayyun atau klarifikasi, apakah benar film itu mengandung praktik LGBT seperti yang diketahuinya dari broadcast di media sosial. (T/R9/t)

T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments