Kamis, 18 Jul 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Coachella, Festival Musik dan Camping Terakbar di Dunia

Coachella, Festival Musik dan Camping Terakbar di Dunia

admin Minggu, 21 April 2019 14:52 WIB
Colorado (SIB) -Coachella Valley Music and Arts Festival digelar sejak Jumat (12/4). Agendanya, Minggu (21/4), ditutup dengan penampilan spektakuler sejumlah pesohor dunia. Beda dengan festival musik lainnya, perhelatan yang menampilkan artis lintasgenre tersebut menyediakan penginapan untuk pengunjung.

Kegiatan dipusatkan di Coachella Valley, Colorado, Amerika Serikat tersebut menyedikan tenda-tenda untuk penginapan hingga pengunjung merasa seperti camping. Lokasinya melingkari panggung utamanya adalah Coachella Stage, Outdoor Theatre, Gobi Tent, Mojave Tent dan Sahara Tent.

Untuk 2019, deretan musisi kelas Grammy tampil. Mulai dari Kanye West, Childish Gambino, Zedd hingga Tame Impala. Ariana Grande bahkan sampai dua kali tampil, yang konon dengan bayaran Rp217 miliar.

Festival musik tersebut dipusatkan di Empire Polo Club, Indio, Amerika Serikat. Sebagai satu festival musik dan seni terakbar di dunia menjadi incaran musisi dan penikmat musik dari seluruh planet bumi.

Coachella menarik minat pengunjung. Tahun 2017 dihadiri 250.000 orang dan meraup pendapatan hingga 114,6 juta dolar AS atau setara dengan Rp1,6 triliun. Tahun 2018, selain penampil semakin beragam dan banyak, pendapatan paniti hampir 150 persen dari setahun sebelumnya dan 2019 semakin tinggi.

Coachella merupakan buah pikiran Paul Tollett dan Rick Van Santen pada tahun 1999. Terinspirasi konser Pearl Jam tahun 1993 di Empire Polo Club sambil memboikot tempat-tempat yang dikendalikan oleh Ticketmaster.

Tahun-tahun perjalanannya, Coachella menampilkan musisi dan seniman dari berbagai aliran termasuk rock, indie, hip hop, dan EDM.

Mengenai akomodasi dengan konsep camping, panitia menyediakan lokasi glamour atau dinamakan glamping, yang diadakan sejak tahun 2003. Glamping berupa ribuan teepee, tenda ala Indian yang dilengkapi fasilitas nyaman, termasuk kamar mandi, stasiun pengisian daya ponsel dan kafe internet dengan WiFi gratis.

Meski menampung ribuan pengunjung selama sepekan namun Coachella memperkenalkan Global Inheritance's TRASHed: Art of Recycling di mana para seniman diminta untuk merancang tempat sampah daur ulang yang ditempatkan di venue.

Penyelenggara juga memastikan jejak karbon selama acara dikelola dengan bijak. Mereka bekerjasama dengan Global Inheritance untuk membuat berbagai program yang intinya mengajak peserta acara untuk aktif dalam kegiatan daur ulang.

Sekitar 600 staf diminta untuk mengumpulkan sampah yang menumpuk selama festival. Sampah disortir satu per satu di lokasi sebelum dibawa ke tempat pembuangan sampah lokal dan pusat daur ulang. (T/R10/q)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments