Kamis, 18 Jul 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Athan Siahaan Pamer Ulos Ratusan Tahun di Istana Mangkunegaran Surakarta

Jelang ke New York Fashion Week

Athan Siahaan Pamer Ulos Ratusan Tahun di Istana Mangkunegaran Surakarta

admin Selasa, 02 April 2019 14:48 WIB
SIB/Dok
MENGAGUMI ULOS: Maestro tenun Indigo Langga Bajawa Flores- NTT Monika Ngadha memerhatikan ulos berusia ratusan tahun di ajang Wastra Festival 2019 yang dipusatkan di Pendopo Istana Mangkunegaran Surakarta, Jumat-Sabtu (29-30/3). Perempuan yang ikut menjaga warisan leluhur Nusa Tenggara itu mengagumi mahakarya dari Tanah Batak, ulos koleksi Athan Siahaan dalam pameran tersebut.
Solo (SIB) -Athan Siahaan memamerkan koleksi ulos Batak Toba berusia ratusan tahun di ajang Wastra Festival 2019 yang dipusatkan di Pendopo Istana Mangkunegaran Surakarta. Perancang busana yang mengangkat nama Indonesia di manca negara lewat ajang ratu-ratuan itu memajang ragam ulos seperti Ulos Runjat, Ulos Bintang Maratur, Ulos Mangiring dan Ulos Simarsuksang. "Keluarga saya, turun-temurun mencintai ulos. Mulai dari nenek moyang hingga saya, tetap memosisikan ulos sebagai filosofi hidup," jelasnya di jeda perhelatan yang diadakan Mattaya Arts & Heritages di Solo, Jumat - Sabtu (29-30/3).

Menurutnya, ulos yang dipamerkan memiliki nilai sakral. "Bukan karena sudah ratusan tahun usianya tapi saya dan keluarga memang dari sononya memosisikan ulos adalah benda sakral," jelas pria kelahiran Balige tersebut.

Dalam narasi di pameran tersebut, Athan Siahaan menjelaskan, ulos jati diri orang Batak sejak dari dulunya. Dalam lingkungan raja-raja Batak, ulos adalah warisan leluhur Bangso Batak yang sarat dengan nilai sakral. "Apalagi di acara adat, kesakralan itu yang ditanamkan," tambahnya.

Di kegiatan itu Athan Siahaan pun mengetengahkan cerita mengenai ulos berdasarkan warisan leluhur. "Ceritanya ketika seorang putri yang cantik jelita namun ahli tenun turun dari khayangan ke bumi dengan Turak Benang yang akan dipakai. Turak Benang itu menjadi bahan utama tenun ulos, yang kemudian dikenal dengan Siboru Deak Parujar. Beliaulah yang menjadi pelopor partonun ulos Batak," ceritanya.

Ia mengapresiasi pengunjung yang antusias dan mengagumi mahakarya yang berasal dari Tanah Batak. "Saya berharap, dunia tahu bahwa dari bona pasogit, Batak ada warisan leluhur benda dengan nilai sakral. Dampaknya, saya ingin semua orang yang tahu ulos ikut melestarikan ulos yang muaranya diakui UNESCO seperti batik Indonesia," ujarnya sambil mengucapkan terima kasih kepada Heru dari Mattaya Arts & Heritage yang memberikan kesempatan memamerkan ulos di acara terebut.

Yang membanggakannya, seorang maestro tenun Indigo Langga Bajawa Flores-NTT Monika Ngadha mengagumi mahakarya dari Tanah Batak.

Pasca di Solo, Athan Siahaan berpartisipasi dalam Bekasi Fashion Week 2019. Di kegiatan tahunan itu, selain masih memamerkan ulos berusia ratusan tahun juga memeragakan busana modifikasi ulos. Mulai yang murni ulos menjadi adibusana hingga modifikasi dengan sutra dan batik hingga siap pakai.

Usai di Tanah Air, Athan Siahaan sedang mempersiapkan diri ke New York Fashion Week di Amerika Serikat. Ia diminta berpartisipasi untuk membawakan hal-hal etnik. Setelah menyeleksi tenun khas dari seluruh daerah Nusantara, ulos dari Tapanuli dan tenun Sumba masuk nominasi untuk dibawakan ke negeri adidaya. (T/R10/d)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments