Jumat, 23 Agu 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Angelina Jolie 'Protes' Politisi Tangani Pengungsi Via Tulisan di TIME

Angelina Jolie 'Protes' Politisi Tangani Pengungsi Via Tulisan di TIME

admin Jumat, 21 Juni 2019 16:00 WIB
SIB/Dok
DI TENGAH RERUNTUHAN : Angelina Jolie di tengah reruntuhan di Mosul, Irak akhir 2018.
Washington DC (SIB) -Angelina Jolie memberi masukan tentang cara terbaik untuk membantu para pengungsi di seluruh dunia. Aktris berusia 44 tahun itu menulis esai berjudul 'What We Owe Refugees' di majalah Time untuk memperingati Hari Pengungsi Dunia. Dalam tulisannya, mantan istri Brad Pitt tersebut 'protes' pada para politisi dan pengambil keputusan yang ambigu dalam mengatasi orang-orang marjinal yang terusir dari negaranya. Ia menyoroti perbedaan antara pengungsi dan migran.

"Kalau begitu mengapa kata pengungsi memperoleh konotasi negatif seperti di zaman kita? Mengapa politisi dipilih dengan janji untuk menutup perbatasan dan mengembalikan pengungsi? Hari ini perbedaan antara pengungsi dan migran telah kabur dan dipolitisasi. Pengungsi terpaksa meninggalkan negara mereka karena penganiayaan, perang atau kekerasan. Para migran telah memilih untuk pindah, terutama untuk meningkatkan kehidupan mereka," tulisnya. "Beberapa pemimpin dengan sengaja menggunakan istilah pengungsi dan migran secara bergantian, menggunakan retorika bermusuhan yang menimbulkan ketakutan terhadap semua orang luar," tulisnya seperti disiarkan HarNas.Co, Kamis (20/6).

Jolie pun berpikir, semua orang pantas mendapatkan martabat dan perlakuan yang adil. Namun, dirinya melihat di bawah hukum internasional, hal tersebut bukan opsi untuk membantu para pengungsi, tetapi sebuah kewajiban. Jadi, sangat mungkin untuk memastikan kontrol perbatasan yang kuat dan kebijakan imigrasi yang adil dan manusiawi sambil memenuhi tanggung jawab masyarakat untuk membantu para pengungsi. "Ketika kita menandai Hari Pengungsi Sedunia pada 20 Juni, adalah ilusi untuk berpikir bahwa negara mana pun dapat mundur di belakang perbatasannya dan hanya berharap masalahnya akan hilang. Kami membutuhkan kepemimpinan dan diplomasi yang efektif. Kita perlu fokus pada perdamaian jangka panjang berdasarkan keadilan, hak, dan akuntabilitas untuk memungkinkan para pengungsi kembali ke rumah," pungkas aktris yang pernah menerima bayaran tertinggi di Hollywood tersebut. (T/R9/f)
T#gs
Berita Terkait
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments