Jumat, 18 Okt 2019
  • Home
  • Hiburan
  • 4 Artis Terjebak Banjir Dievakuasi Pakai Gerobak Sampah dan Perahu Karet

4 Artis Terjebak Banjir Dievakuasi Pakai Gerobak Sampah dan Perahu Karet

Selasa, 21 Januari 2014 13:49 WIB
SIB/int
Ilustrasi
Jakarta (SIB)- Banjir di Jakarta ternyata juga melanda kediaman selebriti. Mulai dari artis senior Laila Sari, penyanyi yang juga pencipta lagu dan pemerhati anak Seto Mulyadi, Yuanita Christiani hingga penyanyi dangdut Seruni Bahar. Dalam tayangan SOS ANTV, Senin, (2/1), menceritakan pengalamannya menjadi korban banjir Jakarta.

Yuanita Christiani selama 4 hari ini, lebih sekali dievakuasi. Mula-mula, karena terdesak, diselamatkan pakai gerobak sampah. Minggu, (19/1), dievakuasi lagi pake perahu karet. "Yah...sama-sama susah tapi pakai perahu karet kan lebih manusiawi," ujar perempuan molek yang kerap tampil di layar kaca tersebut.

Artis serba bisa Laila Sari pun ikut bercerita, bahwa kediamannya di kawasan Mangga Besar, Jakarta ikut terendam. Di usianya yang sepuh, rocker tersebut bahkan harus rela tidur atas meja yang sempit.

Pemerhati anak yang akrab disapa Kak Seto juga menunjukkan kondisi rumahnya yang terendam banjir. Di sepanjang jalan menuju kediamannya di Cireundeu, ketinggian air mencapai setengah meter. Pekarangan rumahnya pun ikut tergenang banjir.

Sama halnya dengan Leila Sari dan Kak Seto, rumah penyanyi dangdut Seruni Bahar juga diterpa musibah yang sama. Semua peralatan rumah tangga, diakui oleh Seruni harus diamankan dari banjir. "Mulai dari kulkas dan semua barang-barang, harus diselamatkan," kata Seruni.

Yuanita Christiani misalnya, dia terpaksa harus memboyong keluarganya mengungsi dari kediamannya di Kedoya, menuju sebuah hotel di kawasan kuningan Jakarta. Ia dan keluarga bahkan terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet militer. "Tadi malam hujannya seharian. Kami sudah prediksi, banjirnya bakalan tinggi. Dan karena kondisi semakin parah, jadi mau nggak mau harus ngungsi," katanya.

Diakui Yuanita, kediamannya memang selalu menjadi langganan banjir dari tahun ke tahun. Bahkan sebelumnya, Yuanita pernah diangkut menggunakan jasa gerobak sampah untuk keluar dari komplek perumahannya. "Aku pernah naik gerobak sampah, dan kali ini naik perahu karet lebih manusiawi!"

Di kawasan perumahan  Green Garden yang ia huni, tinggi air mencapai sepinggang orang dewasa. "Di blok saya sebenarnya nggak terlalu tinggi, cuma di pintu masuk komplek justru tinggi. Dan yang dikhawatirkan jika curah hujan terus tinggi, akses untuk keluar rumah semakin sulit!" (t/r9/h)


T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments