Kamis, 21 Nov 2019
  • Home
  • Hiburan
  • Tina Toon Rayakan Imlek Dalam Banjir, Yurike Prasticka Lestarikan Tradisi

Tina Toon Rayakan Imlek Dalam Banjir, Yurike Prasticka Lestarikan Tradisi

Sabtu, 01 Februari 2014 17:33 WIB
SIB/dok
Tina Toon
Jakarta (SIB)- Imlek 2565 dirayakan para artis dengan sejumlah nuansa meski bertema sama. Tina Toon harus sendiri merayakannya karena orangtuanya tak dapat ke Jakarta sebab rumahnya digenangi air. Pesinetron Yurika Prasticka merayakan Imlek untuk maksud melestarikan tradisi. Sandra Dewi dan Fanny Fadillah merayakan untuk kebersamaan.

Tina Toon tidak bersama  keluarga besarnya. Pasalnya, kedua orang tua yang tinggal di Pamanukan, Subang, Jawa Barat tengah siaga terhadap bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Untuk itu Tina hanya akan merayakannya bersama oma (nenek) dan adiknya di Kelapa Gading, kediaman sang oma. “Orang tua nggak bisa datang, karena masih harus siaga masalah banjir, mami sudah telepon sepertinya nggak akan bisa datang. Jadi Imlek sama oma dan adik aja,” ujar pepantun Bolo-Bolo di Jakarta, Jumat, (31/1/2014).

Menurut Tina, akses jalan dari Subang ke Jakarta menjadi salah satu hambatan terbesar. “Kalaupun bisa ke sini akan memakan waktu lama,” ujarnya sambil mengatakan walaupun sedih, Tina tetap menerima kenyataan tersebut dan tetap akan menikmati Imlek dengan kesederhanaan bersama oma dan adiknya. “Oma sudah beli kue keranjang, jadi kita makan bareng-bareng, sama tetangga juga!”

Biasanya Tina dan keluarga besarnya berkumpul di rumah neneknya di kawasan Kelapa Gading. "Untuk tahun ini enggak ada perayaan Imlek, masih sibuk urusin banjir. Mami aja enggak bisa ke Jakarta," kata Tina yang mengaku tetap menerima tawaran bernyanyi di luar kota saat Imlek. "Cuma satu hari aku nyanyi, terus balik. Jadi Imlek sama Oma  dan adikku aja di rumah," kata mantan artis cilik itu.

Akan halnya Yurike Prasticka. Perempuan yang pernah bikin heboh sinema Indonesia karena akting beraninya itu mengaku hampir tidak pernah melewatkan perayaan Imlek bersama keluarga besarnya. Jika dulu lebih sering di Bandung, beberapa tahun belakangan justru di Jakarta. “Papi sama Mami kan sudah nggak ada semua. Jadi, aku merayakan Imlek di Jakarta, ikut kumpul di rumah Tante masih di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara,” tegasnya seperti disiarkan Poskotanews.com.

Menurutnya di kalangan keluarga besarnya masih ada yang berbeda agama. Tapi rata-rata masih penganut agama Budha dan Konghucu. “Sedang aku Kristen namun tetap saja ikut merayakan Imlek,” terang artis kelahiran Bandung sambil mengatakan tetap ingin memegang tradisi saat merayakan Imlek. “Aku kan punya puluhan keponakan yang masih anak-anak dan remaja. Biasa deh, aku harus bagi-bagi angpao ke mereka!”

Soal nilainya menurut ibu satu anak yang sudah remaja tersebut, relatif. “Ya isinya ratusan ribu dalam bentuk pecahan uang baru. Aku jadi terkenang saja, ingat saat dulu masih kanak-kanak dan remaja, selalu dapat bagian angpao, ” cerita Yurike yang segera muncul lagi dalam serial sinetron Jiung, Pendekar Cabe Rawit.

Akan halnya Sandra Dewi. Artis kelahiran Pangkal Pinang, Bangka Belitung, itu bahagia merayakan Imlek. Sandra pun memaknai Imlek sebagai waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga.

Jika rumah Sandra diramaikan ornamen khas Imlek, tidak demikian dengan kediaman Fanny Fadillah. Rumah Fanny di bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat, justru sepi dari hiasan Imlek. Kondisi ini jauh berbeda dari kediaman warga keturunan Tionghoa lainnya. "Ornamen itu sengaja tidak dibeli, namun tidak mengurangi makna Imlek," kata pemeran Ucup dalam sinetron Bajaj Bajuri ini. Tradisi Imlek di keluarga Fanny memang tak terlalu kental dengan nuansa Mandarin. Maklum, orang tua Fanny tidak dilahirkan di tanah Tionghoa. (T/R9/ r)
T#gs
Komentar
Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.
FB Comments